PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA— FMIPA Uncen menggelar pelatihan membuat selai pepaya yang diikuti Ibu-ibu pekerja paruh waktu di Isyo Hill Bird Watching Kampung Wisata Isyo Hill Rhepang Muaif, Sabtu, (09/08/2025).
Dr rer.nat. Henderina J. Keiluhu, MSi dari FMIPA Uncen menjelaskan, pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah jenis buah-buahan yang sangat dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat, terdapat melimpah serta harga yang sanat terjangkau. Tanaman pepaya dapat dimanfaatkan beberapa bagiannya misalnya daun, buah serta bijinya. Khusus buah pepaya juga sangat dikenal karena dapat daging buahnya dapat dimakan langsung bila telah matang maupun buah mengkal untuk rujak buah, selain itu buah mentah dapat dimasak sebagai bahan sayuran.

Selai papaya hasil pelatihan yang dikemas dalam stoples kaca dan diberi sticker produk. (foto: dok/ist)
Salah satu produk turunan dari buah pepaya yang dapat dibuat adalah saos cocolan sehat (tanpa bahan pewarna dan bahan pengawet) sebagai teman makan cemilan misalnya ubi greng atau ubi rebus bahkan campuran dalam masakan mie (mie bakso). Selain itu dibuat juga selai papaya yang dapat dimakan sebagai temannya roti. Saos cocolan dari buah pepaya dapat dibuat dengan menggunakan peralatan yang sederhana, mudah dalam proses pembuatannya serta bahan dasar yang murah dan mudah diperoleh dari kebun.
Saos cocolan dan selai pepaya ini mempunyai prospek ekonomi yang bagus murah dan sehat serta mempunyai pasar yang mudah dijangkau.

Foto bersama peserta setelah selesai kegiatan. (foto: dok/ist)
Kegiatan Pelatihan diberikan kepada kelompok pemuda dan ibu-ibu sebanyak 20 orang yang tinggal di Kampung Wisata Isyo Hill Rhepang Muaif mulai jam 11.00-jam 15,00. Jumlah tenaga pengajar yang ikut dalam kegiatan ini dari kampus Biologi FMIPA Universitas cenderawasih sebanyak 5 orang dibantu 2 mahasiswa, Gerardinalia Ngamelubun, SSI, MSi, Dr. Vita Purnamasari, MSi, Jeirel Wattilete, S.TP, MSc, Raini Panjaitan, S.TP, MSi serta Seramina R.T. Sawegu dan Yelsi Y. Palebangan.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta senang dengan pelatihan karena dengan menggunakan bahan yang murah dan mudah di dapat mereka dapat mebuat sendiri saos yang enak. ‘’Dengan mendapatkan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat diberdayakan untuk dapat menghasilkan produk atau luaran yang murah, sehat namun bernilai jual Sehingga membuka peluang untuk berwirausaha sambil mengisi waktu luang mereka,’’ ujar Dr rer.nat. Henderina J. Keiluhu, MSi. **














