FK Uncen Lahirkan 800 Dokter untuk Papua

Sekda Papua Dr. Muhammad Ridwan Rumasukun, SE, MM membuka PIT ke III Iluni FK Uncen Jayapura. (Foto: Faisal Narwawan)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) Jayapura menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke III.

Kegiatan itu dibuka Sekda Papua Ridwan Rumasukun, digelar di Suni Hotel & Convention Abepura, Kota Jayapura, Kamis (13/1/2022) pagi.

FK Uncen tahun ini memasuki umur 20 tahun yang tentunya melahirkan tenaga-tenaga medis handal, yang telah mengabdi di seluruh pelosok negeri.

Hingga kini, sekitar 800 dokter Alumni FK Uncen sedang mengabdi bagi Papua dan tanah air.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Alumni FK Uncen (Iluni FK Uncen, dr. Andreas Pekey, Sp.Pd.

Ia mengatakan, dokter lulusan FK Uncen terbukti telah mengabdi dan ikut menyukseskan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Saat ini FK Uncen, alumni sudah ada sampai tahap spesialis dan ada 800 dokter umum yang sudah melayani di berbagai daerah,” ungkap Andreas Pekey.

Ia pun meminta semua pihak, termasuk pemerintah ikut memperkuat dan mendukung FK Uncen termasuk para dokter di berbagai daerah.

Sementara, Sekda  Papua mengatakan, wadah alumni  yang terbentuk 2018 dan beranggotan 800 orang dokter itu sudah banyak berbuat untuk Papua.

Para alumni FK Uncen saat ini telah mengabdi di seluruh wilayah Papua bahkan di seluruh tanah air Indonesia.

Ikatan Alumni FK Uncen selama ini dinilai turut mendukung realisasi berbagai program pemerintah Provinsi Papua, termasuk pelaksanaan PON dan Peparnas.

“Pengurus sudah tersebar di seluruh tanah Papua maupun luar tanah Papua, melalui PIT ini para alumni berkomitmen untuk membangun Indonesia dari Papua,” katanya.

Pada pertemuan tersebut, ia menyebutkan tak hanya untuk bersilaturrahmi, melainkan juga bertukar pikiran dalam ilmu kedokteran.

Hal senada disampaikan, Ketua Panitia Penyelenggara, dr. Gamael E. Enembe.

Ia mengatakan, pelayanan para alumni tak hanya di pelosok Papua melainkan hingga seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk itu, pertemuan ini penting dilaksanakan untuk berbagi pengalaman termasuk laporan-laporan mereka dari pedalaman,” katanya.

PIT dilaksanakan dua hari dengan pemberian materi seputar dunia kedokteran.

“Berikutnya setelah materi ada sharing dan pemilihan ketua Iluni baru,” katanya lagi.

Ia mengatakan, persoalan kesehatan di Papua termasuk daerah pedalaman mempunyai penanganan yang berbeda dari wilayah lain.

Keberadaan dokter di daerah tertentu diakuinya tidak mudah memasuki wilayah (pedalaman) di Papua, kecuali tenaga kesehatan anak asli daerah tersebut.

Untuk itu ia mengharapkan, pemerintah daerah dapat menyiapkan anak-anak Papua dari daerah-daerah yang belajar ke FK Uncen.

“Jadi mereka bisa sendiri  melayani di daerah mereka, karena otomatis lebih paham,” ungkapnya. **