Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA–Festival Helay Mbay Hote Mbay ke V Tahun 2025 atau Pesta Makan Papeda di Sempe atau Gerabah bakal lebih ramai, seruh, keren dan semarak dari tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah Kampung Abar jauh-jauh hari tengah mempersiapkan pelaksanaan Festival Helay Mbay Hote Mbay ke- V Tahun 2025.
Kampung Abar adalah salah satu kampung wisata, yang ada di Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua atau di pinggir Danau Sentani.
Kampung Abar juga adalah satu-satunya penghasil gerabah tradisional di kabupaten Jayapura, bahkan di provinsi Papua.
Ketua Kelompok Pengrajin Gerabah Tradisional Kampung Abarm, sekaligus Inisiator Festival Helay Mbay Hote Mbay, Naftali Felle di sela-sela Menoken Laptop Microsoft Work di Kampung Abar, Jumat (4/4/2025) menjelaskan pemerintah kampung Abar dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan, untuk pemilihan Panitia Pelaksana Festival Helay Mbay Hote Mbay ke V Tahun 2025.
Naftali juga telah menganjurkan kepada anggota Kelompok Pengrajin Gerabah Tradisional Kampung Abar, untuk mempersiapkan bahan baku pembuatan sempe helay atau wadah putar papeda selama empat bulan kedepan, yakni April, Mei, Juni dan Juli 2025.
Festival Helay Mbay Hote Mbay ke V digelar pada 28-30 September setiap tahun, tapi untuk tahun ini dipercepat pada 7-9 September 2025. Hal ini setelah sejumlah pihak memberikan masukan kepada Panitia Pelaksana Festival Helay Mbay Hote Mbay ke IV tahun 2023 bahwa sebaiknya festival ini digelar pada tanggal muda September 2025.
“Jika festival dilakukan pada tanggal tua, dikwatirkan pengunjung sudah tak punya uang untuk belanja, karena roh dari festival ini adalah untuk memasarkan hasil kerajinan kaum wanita di kampung Abar,” tukas Naftali.
Naftali menyampaikan, Festival Helay Mbay Hote Mbay digelar selama tiga hari. Tanggal 7 dan 8 pameran gerabah dan tanggal 9 pesta makan papeda didalam sempe.
Menurut Naftali, setelah pelaksanaan Festival Helay Mbay Hote Mbay tahun kedua diserahkan kepada pemerintahan kampung, adat dan gereja, untuk menggelar festival tersebut.
Ia mengungkapkan, Festival Helay Mbay Hote Mbay ini tak terlepas dari tanggungjawab dan dukungan pemerintah, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, bahkan pada Festival Helay Mbay Hote Mbay ke III tahun 2019, Bupati jayapura telah mencanangkan festival ini masuk dalam kalender tahunan di kabupaten Jayapura, selain Festival Danau Sentani (FDS).
Menurut Naftali, Festival Helay Mbay Hote Mbay ini merupakan upaya mempertahankan tradisi gerabah tradisional, yang telah ada sejak dulu hingga saat ini di Kampung Abar.
Naftali Felle mengatakan bahwa dalam bahasa Sentani, gerabah disebut helay. Dengan demikian, Helay Mbay Hote Mbay artinya makan papeda dalam gerabah.
“Gerabah telah diwariskan para leluhur Kampung Abar sejak dahulu hingga saat ini. Warga di kampung ini secara turun temurun mempertahankan warisan pembuatan gerabah ini,” tutur Naftali.
Naftali menjelaskan, Festival Helay Mbay Hote Mbay ini digelar sejak tahun 2017. Kini menjelang pelaksanaan tahun kelima.
Naftali menuturkan, Festival Helay Mbay Hote Mbay ini sempat tertunda selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19, dan even Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 pada tahun 2021 di Provinsi Papua.
Naftali mengatakan, selama Festival Helay Mbay Hote Mbay ini, para pengunjung dapat menikmati papeda dan ikan, yang disiapkan di dalam sempe.
“Para pengunjung akan kami sajikan makan papeda di dalam sempe sesuai tradisinya. Setiap pengunjung wajib makan bersama dalam kelompok didalam sempe. Habis makan pengunjung dipersilakan membawa pulang sempe,” tukas Naftali yang juga Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar ini. **














