Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside. id, JAYAPURA—Upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi pendulangan emas Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, resmi dinyatakan tuntas.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 bersama tim gabungan telah mengevakuasi seluruh korban dalam operasi yang digelar sejak 9 April hingga 17 April 2025. Total 16 jenazah berhasil dievakuasi, diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga.
Adapun identitas 16 jenazah yang berhasil diidentifikasi adalah:
1. Wawan Tangahu — Dusun III, Kabupaten Bolmong Selatan, Sulawesi Utara (TKP Area 22 pendulangan emas Yahukimo)
2. Suardi Laode alias Kaswadi — Dusun III, Kabupaten Bolmong Selatan, Sulawesi Utara (TKP Area 22 pendulangan emas Yahukimo)
3. Stenli Humena — Kampung Kalama Darat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (TKP Muara Kum)
4. Yuda Lesmana — Kos Jalan Paradiso, Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
5. Riki Rahmat — Desa Ranomolua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
6. Muhammad Arif — Kos Pemukiman Jalur II, Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
7. Safaruddin — Kos Pemukiman Jalur II, Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
8. Abdur Raffi Batu Bara — Kos Pemukiman Jalur II, Dekai (TKP Camp Muradala, Kampung Bingki)
9. Stefanus Gisbertus — Desa Tala, Kab. Seram Barat, Maluku (TKP Tanjung Pamali)
10. Zamroni — Dukuh Dulak, Desa Gantungan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (TKP Tanjung Pamali)
11. Ariston Kamma — Tantanan, Tallunglipu, Sulawesi Selatan (TKP Kabupaten Pegunungan Bintang)
12. Rusli — Desa Buti, Kabupaten Merauke, Papua (TKP Area 22 pendulangan emas Yahukimo).
13. Sahar — Desa Pasare Apua, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (TKP Area 33 pendulangan emas Yahukimo)
14. Saharudin — Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (TKP Area Kepala Air Mumok)
15. Haidil Isdar — Kelurahan Boddie, Kecamatan Mandelle, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan (TKP Tanjung Pamali).
16. Ferdina Buma, Jalan Nabi Re Ilaga KM 36, Kampung Rumusu, Papua Tengah. (TKP Muara Kum).
“Dengan telah dievakuasinya 25 korban, maka dapat disampaikan bahwa penanganan penyelamatan korban kekerasan KKB di Yahukimo dinyatakan selesai. Kami mengapresiasi pemerintah daerah, Polres Yahukimo, TNI, RSUD Dekai, Tim DVI RS Bhayangkara TK. II Jayapura, dan semua pihak yang terlibat,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, SIK, MT.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa Operasi Damai Cartenz akan terus bersiaga untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah Yahukimo.
“Upaya penegakan hukum tidak berhenti sampai di sini. Satgas Damai Cartenz tetap bersiaga menjaga kedamaian di Kabupaten Yahukimo,” tegas Yusuf Sutejo.

Satgas Damai Cartenz nyatakan operasi kemanusiaan resmi ditutup. (Foto: Satgas DC)
Apresiasi Pemda Yahukimo
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH, MH, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja cepat dan kolaboratif dari aparat TNI-Polri serta tim medis dalam penanganan tragedi tersebut.
“Pertama-tama kita mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena Polri dalam menangani musibah besar ini sudah bisa melaksanakan tugas dengan baik. Tanpa pertolongan Tuhan, pasti ada kendala yang dihadapi. Tapi semua bisa berjalan sebagaimana mestinya karena kebaikan hati Tuhan kepada kita semua,” ujar Bupati Yahuli.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah RI, khususnya kepada aparat kepolisian dari Satgas Damai Cartenz dan TNI yang telah mengevakuasi 25 korban, terdiri dari 16 korban meninggal dunia dan 9 orang selamat.
“Saya sebagai Bupati Kabupaten Yahukimo mengucapkan terima kasih banyak kepada Damai Cartenz dan TNI yang sudah sigap, siap, dan berhasil mengevakuasi seluruh jenazah serta korban selamat,” lanjutnya.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada TNI dan tim dokter dari RSUD Yahukimo, serta tim medis dari Polri atas kerja sama yang solid. Tak lupa, Bupati Yahuli menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyampaikan pesan penghiburan dan harapan, agar tak ada lagi kekerasan serupa ke depan. **














