ERB di 3 T di Pulau Papua Terserap 100 %, Paling Banyak Pecahan Rp 1.000 Hingga Rp 100.000

Tim Ekpedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 Papua, melayani penukaran kas keliling Uang Tidak Layak Edar (UTLE) di 5 wilayah Provinsi Papua, yang termasuk dalam kawasan 3T. (Foto: Dok/Bank Indonesia Papua)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Tim Ekpedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 Papua, membawa modal Rp 13,8 miliar, yang terdiri dari pecahan Rp 1.000 hingga Rp 100.000, telah terserap 100 % berupa Uang Tidak Layak Edar (UTLE) baik dari layanan penukaran kas keliling secara retail kepada masyarakat maupun secara wholesale kepada perbankan.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman melalui Siaran Pers, Selasa (21/5/2024).

Faturachman menuturkan, Tim ERB 2024 Papua, menggunakan  KRI Mata Bongsang 873, yang membawa 16 personil telah tiba dan berlabuh di Dermaga Satrol Lantamal X Jayapura, Senin (20/5/2024).

Tim ERB 2024 Papua, ujarnya, menyambangi dan melakukan kegiatan kas keliling di 5 wilayah Provinsi Papua yang termasuk dalam kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), yaitu Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Yapen, Pulau Numfor, dan Pulau Bras di perairan utara Pulau Papua selama 13-19 Mei 2024.

Tim ERB 2024 Papua adalah sinergitas Bank Indonesia  Provinsi Papua dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Faturachman menjelaskan, penyerapan Uang Pecahan Kecil (pecahan Rp 20.000 ke bawah) Layak Edar di 5 pulau yang telah dikunjungi mencapai 35 % dari total modal kerja yang dibawa sebanyak Rp 13,8 miliar.

ERB Papua ini merupakan yang ke-5 dari 18 ERB Bank Indonesia yang telah direncanakan untuk tahun 2024.

Tim ERB 2024 Papua dilepas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman dan Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, MTr Opsla pada 13 Mei 2024 disaksikan Pj. Sekda Provinsi Papua, Y. Derek Hegemur, yang mewakili Pj Gubernur Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun.  

KRI Mata Bongsang 873 telah berlayar dengan jarak tempuh 1.106 Nautica Mile selama 8 hari untuk menjangkau wilayah 3T.

Masyarakat di 5 pulau 3T yang dikunjungi begitu antusias menukarkan uang mereka, untuk mendapatkan uang baru.  

Di samping layanan penukaran kas keliling, terang Faturachman, Tim ERB juga memberikan edukasi kepada masyarakat, guru, dan siswa-siswi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Fokus materi yang disampaikan, yaitu mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah, cara merawat uang Rupiah dengan benar, serta bangga dan paham Rupiah.

Siswa-siswi SD beserta kepala sekolah dan guru juga diberikan kesempatan untuk dapat berkunjung ke dalam KRI Mata Bongsang 873 guna menumbuhkan rasa nasionalisme serta memperkenalkan KRI Mata Bongsang 873 dan peran TNI AL dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Tim ERB Papua 2024 juga telah menyalurkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sembako dan sarana pendidikan senilai kurang lebih Rp 500 juta kepada masyarakat dan sekolah.

Bantuan sembako diberikan melalui Kepala Kampung/Desa di kelima pulau yang terdiri dari beras 540 kg, minyak goreng 270 liter, gula pasir 280 kg, dan mie instan 52 kardus.

Sementara untuk sarana pendidikan yang diberikan kepada sekolah terdiri dari 20 unit laptop, 5 unit PC all-in-one, 5 unit printer, 5 unit proyektor dan layarnya, serta 250 paket belajar sekolah (tas, buku, dan alat tulis). **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *