PAPUAInside.com, MERAUKE— Setelah berjuang selama 20 tahun akhirnya wilayah selatan Papua dideklarasikan untuk dimekarkan menjadi Provinsi Papua Selatan.
Deklarasi pemekaran Provinsi Papua selatan berlangsung di Merauke, Selasa (15/06/2021) oleh empat pimpinan daerah di wilayah Selatan Papua.
Empat kepala daerah tersebut adalah Bupati Kabupaten Asmat Elisa Kambu, Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Wakil Bupati Mappi Ibnu Jaya Suud, perwakilan Kabupaten Boven Digul, Muspida dari empat kebupaten, Ketua DPRD empat Kabupaten, Anggota DPRP dari wilayah Anim Ha, tokoh masyarakat, adat dan agama, serta masyarakat.

Deklarasi juga dihadiri Tokoh Papua Selatan, inisiator pemekaran Provinsi Papua Selatan yang juga mantan Bupati Merauke dua periode John Gluba Gebze.
Deklarasi ini juga sekaligus peresmian kantor Sekretariat Bersama Pemekaran Provinsi Papua Selatan, di jalan Brawijaya di tandai dengan aksi pengumpulan tanda tangan di kain putih.
‘’Deklarasi ini menunjukan sikap masyarakat, pemerintah dan legislatif dalam mendukung pemekaran Provinsi Papua Selatan. Kita harus sama-masa mendukung proses pemekaran ini,” tegas Ketua tim pemekaran Provinsi Papua Selatan Thomas Eppe Safanpo
Ditegaskan Thomas, proses melalui jalur politik sudah dilakukan dan mendapat dukungan kuat dari DPR RI. “Beberapa waktu lalu kita telah lakukan rapat dengar pendapat dengan DPR RI dan mendapat respon baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Jhon Gluba Gebze menegaskan, perjuangan pemekaran Provisi Papua Selatan sudah berjalan hampir 20 tahun. Namun, selalu gagal akibat kebijakan baik di tingkat pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah pusat.
“Selatan Papua merupakan wilayah Anim Ha yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kedamaian. Wilayah Anim Ha sampai saat ini wilayah yang paling aman di Papua. Kita ini daerah yang paling terdepan menyatakan diri dalam bingkai NKRI, pengibaran bendera merah putih pun kita yang duluan kibarkan dari pada Pulau Jawa karena perbedaan waktu dua jam. Masyarakat di Pulau Jawa masih terlelap tidur, kita disini sudah duluan berkatifitas menjaga kedamaian. Namun, nilai-nilai kebangsaan ini seakan di lupakan oleh mereka yang ada di pusat sana,” tegas Jhon Gluba Gebze.
Jhon Gluba Gebze pun megaskan, pemerintah pusat harus berterima kasih kepada masyarakat di Papua, karena masyarakat di wilayah ujung timur Indonesia ini selalu menjaga keutuhan NKRI. **














