Eduard Ivakdalam ke Alfredo Vera: Benahi Blok Crossing

Legenda Persipura Eduard Ivakdalam, memegang trophy. (Foto: Dok/Eduard Ivakdalam)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Legenda Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam minta kepada sang arsitek Alfredo Vera, membenahi lini belakang, terutama di saat menghadapi tekanan atau pressure lawan.

“Kita harus blok crossing, karena ini kita dalam keadaan bahaya,” jelas Edu sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi di Jayapura, Rabu (9/3/2022).

Diketahui saat kontra Bali United di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (24/2/2022) lalu, Persipura kalah 4-1.

Play maker yang memperkuat Persipura selama 16 tahun ini menyaksikan langsung laga tersebut menuturkan 4 gol yang dihasilkan Bali United semuanya berasal dari bola-bola silang atau crossing.

“Masih untung kita hanya kebobolan empat gol, seharusnya lebih banyak gol,” ujar Edu yang menyampaikan hal ini ketika bertemu pemain Persipura. “Waktu crossing kamu sudah kalah duel,” kata Edu.

Menurut Edu, Alfredo Vera lebih focus ke ball position. Padahal ini sudah hal ini cukup apik dilakukan pemain-pemain Persipura. Tapi yang perlu dibenahi justru bagaimana memblok crossing.

Selain itu, ujar Edu, ada banyak hal yang harus dibenahi dalam tim ini, terutama juga penyelesian akhir atau finishing touch, agar lebih banyak mencetak gol di empat laga sisa.

“Jadi kita tak pernah lakukan itu bagaimana dia kaget dia dapat peluang macam ini dia tak tahu mau bikin apa di depan gawang,” ungkap pelatih yang mempersembahkan medali emas cabor sepakbola putera PON XX Papua ini.

Empat Laga

Tim Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura, masih menyisakan empat laga lagi, setelah kembali gagal memetik poin penuh saat kontra PSM Makassar pada gionarta ke 30 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Kamis (10/3/2022) lalu.

Persipura bakal jumpa Bhayangkara FC (16/3/2022), PSS Sleman (20/3/2022), PSIS Semarang (24/3/2022) dan Persita Tangerang (belum diumumkan).

Persipura di klesemen sementara BRI Liga 1 2021/2022 menduduki peringkat 16 dengan 24 poin atau selisih 4 poin dari Barito Putera di peringkat 15, dan unggul 4 poin dari Persela Lamongan di peringkat 17.

Edu minta kepada semua komponen masyarakat bersatu memberikan dukungan dan doa, agar anak-anak lebih kuat, kerja keras dan lebih enjoy lagi di sisa empat game ini, sehingga lolos dari degradasi. “Selama main di Persipura saya selalu menyampaikan kepada teman-teman, untuk selalu menjaga Persipura di level tertinggi. Sebab dosa besar, jika Persipura terpaksa turun ke Liga 2, Bagaimana tanggungjawab kita kepada masyarakat Papua, yang setiap saat mendukung kita,” tutur Edu.

“Kita tak usah lagi melihat kemarin kenapa Boaz dibuang, tapi bagaimana kita bersatu menyelamatkan kita punya tim ini,” imbuh Edu.

Wajib Menang

Terpisah, Pengamat Sepakbola Papua, Raymond Latumahina mengatakan jika Persipura ingin lolos degradasi, maka dia wajib menang di semua empat laga sisa, atau tidak kalah dua kali.

Tapi, Persipura juga selamat, jika Barito Putera tidak menang sama sekali di empat laga sisa, dengan catatan Persipura harus bisa dapat minimal 5 poin dari empat laga.

Persipura degradasi, jika Barito Putera dua kali menang atau minimal dapat 7 poin dari empat laga.

“Ini tantangan bagi Persipura, karena tim-tim lain juga berjuang keras, untuk perbaiki peringkat dan lolos dari zona degradasi,” pungkas Raymond. **