Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.id, WAMENA–Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua secara resmi menyerahkan satu unit alat pencetak batu bata merah bagi Kelompok Usaha Gunung Horep Pisugi, Senin (13/3/2023).
“Bantuan ini sesuai dengan usaha anak-anak muda kita di Pisugi, dan setelah tim kami melakukan survei kami lakukan pengadaan untuk mereka pakai usaha,” kata Jhon Banua.
Ia berharap bantuan yang telah diberikan ini nantinya dapat digunakan dengan baik, untuk mengembangkan usaha percetakan batu bata merah.
“Usaha seperti bata merah ini tidak akan mati, karena setiap saat ada pembangunan dan tentu membutuhkan bahan bangunan ini,” katanya.
Menurutnya, bantuan-bantuan usaha seperti ini sangat baik dan pemerintah akan selalu memberikan dukungan bagi para anak muda di Jayawijaya yang ingin menggeluti dunia usaha.
“Kami harap dinas terkait juga bisa mendukung dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan lainnya,” katanya.
Selain Kelompok Usaha Gunung Horep, pemerintah juga akan memberikan bantuan yang sama kepada beberapa kelompok usaha lainnya.
“Peralatan kami ada empat untuk pencetakan batu tela, jadi kami akan bagi-bagi kepada adik-adik kita yang benar-benar mau usaha, jangan mengajukan permohonan tapi setelah dibantu tidak dimanfaatkan, ini kesempatan untuk kita membuka usaha untuk kesejahteraan ekonomi kita,” tuturnya.
Ketua Kelompok Usaha Gunung Horep Pisugi, Ivan Kossay mengatakan dalam sehari batu bata merah yang dihasilkan mencapai 1.000 hingga 5.000 buah merah, tergantung cuaca.
“Jika hujan becek kami bisa dapatkan 1.000 hingga 2.000 batu bata merah per hari, tapi kalau tidak hujan kami bisa cetak hingga 15.000 batu. Tanah yang digali tidak bisa langsung dicetak. Jadi kita kumpulkan dalam seminggu baru dicetak dan hasilnya bisa mencapai 15.000 hingga 17.000 batu bata merah,” jelasnya.
Ivan menambahkan, selain di Jayawijaya kebanyakan pembeli juga berasal dari kabupaten-kabupaten, tetangga yang datang membeli bata merah produksinya yang dijual seharga Rp 3.000 perbuah.
“Kami punya dua mesin dengan 12 tenaga kerja, yang merupakan anak-anak kampung Pisugi sendiri,” ungkap pria yang memulai usahanya tahun 2012 lalu.
Ivan menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Jayawijaya yang telah memberikan bantuan mesin bagi kelompok usaha yang dibinanya.
“Terimakasih untuk perhatian lebih pemda. Tahun-tahun sebelumnya kami tidak tahu, tapi setelah bapak Jhon Banua jadi bupati Puji Tuhan kami dapat bantuan dan terimakasih untuk pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. **














