Oleh: Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, SE MSi menegaskan pelaku penembakan dua pelajar yang terjadi Sabtu (20/11/2020) sekitar pukul 11.00 segera ditemukan agar tidak ada kebingungan dan masyarakat bisa nyaman beraktivitas.
Kejadian tersebut disesalkan Bupati Wandik karena menimbulkan kebingungan, ketakutan masyarakat, padahal Orang Puncak secara khusus dan Orang Papua secara umumnya hidupnya di alam sehingga kejadian ini membuat aktivitas warga terbatas karena takut.
“Situasi seperti sangat disayangkan, masyarakat kami mau keluar juga takut, ini menjadi perhatian kita, orang Papua ini, masyarakat mau beraktivitas, mau hidup secara alam, berburu dan sebagainya itu semuanya menjadi sempit,“ ucap Bupati yang menjabat dua periode ini.
Salah seorang korban yang tertembak Manus Murib saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) di Timika setelah dievakuasi dari Bandara Aminggaru Ilaga, Sabtu (21/11/2020).
Menurut korban Manus Murib, penembakan terjadi saat dia bersama kedua orang temannya Atanius Murib MD dan Numbunga Murib dalam perjalanan ke kampungnya di Distrik Agandagume untuk menjalani libur sekolah.
Dalam dalam perjalanan tersebut mereka bertemu sekitar enam atau delapan orang yang mengenakan pakain serba hitam mulai dari helem sampai sepatu.
Orang-orang tersebut langsung menembaki korban dan temannya Atanius Murib, sedangkan temannya Numbungi Murib melarikan diri namun terkena tembak dikaki sebelah kiri.
Para pelaku kemudian meletakkan pistol di kedua dada korban lalu difoto, setelah itu para pelaku yang menduga korban sudah meninggal dunia melanjutkan perjalanan.
Setelah para pelaku pergi, korban membuang diri ke jurang dan berjalan kembali menuju Mundidok setelah mendapatkan jaringan korban menelpon teman – temannya dan menyampaikan bahwa dia bersama temannya tertembak dan meminta untuk diantar ke Puskesmas, sementara jenazah temannya tetap tertinggal di lokasi penembakan.
Bupati Wandik berharap korban, keluarga korban serta masyarakat yang melihat dan mengetahui kejadian tersebut untuk memberikan keterangan yang jujur dan terbuka kepada penyidik agar pelaku penembakan yang selalu disebut OTK (Orang Tidak Dikenal) dapat terungkap.
Jika dalam waktu dua hari pelaku penembakan belum terungkap, Bupati Wandik menegaskan harus dibentuk tim independent untuk meginvestigasi kejadian tersebut.
“Jika dua tiga hari kedepan tidak ada kejelasan yang baik, maka harus ada tim independent untuk turun menyelidiki,” tegasnya.
Dalam situasi seperti ini, kata Wandik mengimbau warga tetap tenang dan tetap menjaga keselamatan diri, keluarga lingkungan sekitar dan kampung. **














