Dorong Pelayanan Transparan, ‘Sikat Aja’ Siap Diterapkan Bagperkeu Setda Jayawijaya

Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua saat memberikan dukungan pada salah seorang peserta Diklat PIM III Mardonio Baptista Bayak S.STP.,M.Si Kabag Perkeu Setda Kab.Jayawijaya. (foto: Vina Rumbewas)

Oleh : Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Di era keterbukaan saat ini pemerintah sebagai pelayan publik diwajibkan mengedepankan pelayanan transparan, untuk itu saat ini Bagian Perencanaan dan Keungan Setda Jayawijaya tengah mengembangkan Sistem Keuangan Akuntabel dan Transparan di Jayawijaya atau yang disingkat SIKAT AJA.

Aplikasi ini nantinya akan memudahkan admin disetiap bagian untuk melihat progress surat permintaan yang diajukkan baik realisasi, pengajuan berkas, hingga tahap SP2D.

Hal ini juga untuk menghindari tercecernya berkas yang diajukan, nantinya para admin masing-masing bagian dapat memantau langsung melalui papan informasi berbasis IT dan dan juga aplikasi SIKAT AJA, yang mana para admin akan mendapat notifikasi melalui pesan singkat SMS jika ada berkas permintaan yang perlu diperbaiki.

Aplikasi ‘Sikat Aja’. (foto: Vina Rumbewas)

“Saya kira ini proyek yang harus kita dukung karena ini untuk memudahkan system pelayanan dan tahapan proses SP2D. Cukup melalui aplikasi para bendahara bagian sudah dapat memantau berkas yang diajukan,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si, Jumat (02/09/2022).

Ia menilai aplikasi SIKAT AJA yang dibuat sangat baik, apalagi saat ini era pelayanan berbasis online dan komputerisasi.

“Ini aplikasi yang bagus karena menyajikan informasi yang transparan. Saya harap proyek ini diseriusi oleh Kabag Perencanaan dan Keuangan Setda agar aplikasi ini nantinya dapat digunakan,” ungkapnya

Bupati berharap, para ASN Jayawijaya yang sementara menjalani Diklat PIM III benar-benar dapat berinovasi dengan proyek perubahannya masing-masing sehingga nantinya dapat diterapkan dalam pelayanan pemerintah kabupaten Jayawijaya kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM menilai ini merupakan proyek perubahan yang inovatif untuk memantau langsung proses permintaan hingga realisasi.

“Selaku pimpinan kami bisa melihat proses dari kegiatan admin keuangan, sehingga kami juga bisa memantau sampai pada realisasi anggaran,” katanya.

Ia berharap kedepan aplikasi ini dapat dikembangkan ditahun-tahun berikutnya karena aplikasinya ini sangat membantu.

“Proyek perubahan yang bisa kita kembangkan dan mempermudah pegawai dalam bekerja kami harap bisa dikembangkan karena sangat membantu dalam proses administrasi, sehingga mulai dikontrol oleh kita selaku pimpinan,” katanya.

Sekda berpesan bagi para ASN peserta Diklat PIM III agar tugas yang diberikan khusus dalam Proyek Perubahan harus dilaksanakan dengan baik sehingga nantinya dapat diterapkan dalam lingkungan kerja pada masing-masing OPD.

Proyek Perubahan bertemakan SIKAT AJA ini dikembangkan oleh Mardonio Baptista Bayak S.STP.,M.Si Kepala Bagian pada Perencanaan dan Keungan Setda Kabupaten Jayawijaya sebagai salah satu output pada Diklat PIM III Pemda Jayawijaya yang sementara berlangsung.

Proyek perubahan merupakan salah satu produk pembelajaran individual yang menjadi salah satu indikator hasil pencapaian diklat selama kurang lebih tiga bulan. **