Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com, WAMENA – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya mengungkapkan bahwa telah terjadi kenaikan harga pada dua jenis komoditi yakni Semen dan Minyak Goreng.
Kenaikan dua jenis komoditi ini terjadi pada minggu ke tiga bulan November 2021.
Kenaikan harga semen sendiri dipengaruhi oleh kenaikan tarif cargo container, sedangkan kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh kurangnya bahan baku.
Di Kabupaten Jayawijaya sendiri sebelumnya harga semen sempat menyentuh angka terendah yakni Rp 440 ribu per 50 kilo gram pada bulan Mei, dan perlahan bergerak naik pada bulan Agustus hingga November hingga menyentuh harga Rp 535 ribu per 50 kilo gram.
Sementara untuk harga semen subsidi berada pada kestabilan harga yakni Rp 301 ribu per 40 kilo gram dan Rp 375 ribu per 50 kilogram.
“Tidak semua komuditi mengalami kenaikan, di minggu ke tiga bulan November ini sesuai pemantauan tim kami (Disnakerindag) di lapangan dan informasi dari kementrian perdagangan komoditi yang mengalami kenaikan harga hanya dua komoditi yakni semen dan minyak goreng,” tutur Kepala Disnakerindag Jayawijaya melalui Kabid Perdagangan, Arisman Chaniago, Jumat (26/11/2021).
Lanjutnya, bulan November ini telah terjadi dua kali kenaikan tarif container cargo, sehingga turut mendorong kenaikan harga semen.
“Untuk minyak goreng di pasaran yang awalnya Rp125 ribu per 5 liter kini naik menjadi Rp 140 ribu, kenaikan ini disebabkan karena produsen mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, ditambah juga dengan terkena imbas dari kenaikan tarif container,” jelas Arisman.
Sementara untuk harga beras dan kebutuhan pokok lainnya menurut Arisman masih terpantau stabil, baik beras bulog maupun beras premium.
Ia juga menilai kenaikan harga yang terjadi di pasar Wamena presentasenya masih dalam taraf wajar, dengan kenaikan tertinggi rata-rata mencapai sepuluh persen.
“Meski dalam taraf wajar namun kami Disnakerindag perlu mewaspadai dan meninju ulang serta melakukan pemantauan secara teliti tentang kenaikan ini,” ungkapnya.
Apalagi lanjut Arisman, jelang menghadapi hari raya natal dan tahun baru Disnakerindag akan lebih meningkatkan frekuensi pemantauan harga di lapangan. **














