Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAInside.id, JAYAPURA—Satgas Ops Damai Cartenz 2025 berhasil menangkap Aske Mabel, disertir Polres Yalimo.
Penangkapan dilakukan di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (19/2/2025) pukul 06.30 WIT pagi.
Dalam operasi ini, aparat juga berhasil menyita empat pucuk senjata api jenis AK2000P, yang dibawah Disertir Aske Mabel.
Disetir Aske Mabel telah lama bersembunyi di balik serangkaian aksi teror dan kejahatan yang tak terperikan. Ia bertanggungjawab atas berbagai tindak kriminal yang menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin kepada wartawan mengatakan, Aske Mabel ditangkap berdasarkan laporan masyarakat di Yalimo.
“Tadi pagi, kami tangkap setelah ada laporan warga,” kata Patrige, Rabu (19/2/2025) di Mako Brimob Polda Papua.
Kata Kapolda, Aske masih bersenjata ketika ditangkap, sehingga ia ditembak di bagian kaki.
Aske Mabel telah PTDH atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sejak 27 Desember 2024.
Satgas Damai Cartenz juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua pucuk senjata api AK Cina dan 71 butir amunisi.
Selain Aske Mabel, Satgas Damai Cartenz juga menghadirkan Nikson Matuan alias Okoni Siep yang juga komplotan KKB pimpinan Aske Mabel. Nikson lebih dulu ditangkap, Minggu (2/2/2025) lalu. Nikson ditangkap dengan dua senjata api beserta 46 butir amunisi.
Aske Mabel eks anggota Polres Yalimo, kabur dengan 4 pucuk senjata api AK Cina pada 9 Juni 2024. Delapan bulan buron.
Ia juga diketahui, mendeklarasikan dirinya sebagai Panglima Kodap Balim Timur Yali – Yalimo.
Selama bergabung dengan KKB, kelompok Aske Mabel berulang kali terlibat dalam aksi kriminal di Yalimo, hingga menewaskan 6 korban jiwa.
Ia dengan kelompoknya terlibat beberapa aksi kekerasa di antaranya:
* Membawa kabur empat pucuk senjata api dari Polres Yalimo, yang kemudian digunakan untuk memperkuat aksi kriminal.
* Menjadi otak dibalik tujuh aksi pembunuhan dan penembakan, dengan korban dari kalangan warga sipil maupun aparat keamanan.
* Melakukan tiga kali pembakaran dan perusakan, yang menyisakan penderitaan mendalam bagi masyarakat Kabupaten Yalimo.
Sebelumnya dalam pengembangan kasus, aparat meminta Disertir Aske Mabel menunjukkan lokasi penyimpanan senjata kedua. Namun, saat berada di dekat jurang, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Melihat situasi tersebut, aparat bertindak tegas dan melumpuhkan pelaku sesuai prosedur penegakan hukum. Sehingga, seluruh senjata tersebut telah
berhasil diamankan secara keseluruhan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani, didampingi Wakaops Damai Cartenz 2025 Kombes Pol Adarma Sinaga, mengapresiasi keberhasilan tim di lapangan dalam menangkap DPO Disertir Kepolisian Aske Mabel yang telah lama menghantui warga Yalimo.
“Penegakan hukum terhadap disertir Aske Mabel adalah langkah strategis untuk menekan aksi-aksi kekerasan bersenjata di Papua Pegunungan. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan kelompok ini dan memastikan keamanan masyarakat,” ujar Brigjen Faizal.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengapresiasi kerja tim di lapangan yang telah berhasil menangkap Disertir Aske Mabel yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan keberanian anggota Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 yang tidak pernah lelah di dalam lebatnya hutan belantara Papua, serta dukungan dari masyarakat yang tak pernah berhenti berharap akan keadilan. Kini, kita bersyukur bahwa kebenaran telah ditegakkan, dan ketenangan kembali tercipta bagi rakyat Yalimo,” tegas Kombes Yusuf.
Aparat masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada sisa jaringan kelompok kriminal dibentuk dan disertir kepolisian Akse Mabel diduga, yang masih beroperasi di wilayah tersebut.
Dengan tertangkapnya Disertir Aske Mabel, diharapkan keamanan dan stabilitas di Yalimo semakin terjamin. **














