Dibangun Berdasarkan Kearifan Lokal, Rumah Masyarakat Kamoro di Poumako Diharapkan Menjadi Objek Wisata

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Ir. Yan Ukago, MT (batik merah) mendampingi Asisten III Sekda Provinsi Papua Tengah Elisabeth Cenawatin saat pendirian rumah layak huni bagi masyarakat Kamoro di Kampung Poumako, Timika, Mimika, Sabtu (07/10/2023). (foto: Humas Papua Tengah)

PAPUAInside.id, MIMIKA— Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan  Kawasan Pemukiman (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Ir. Yan Ukago, MT mengatakan master plan tata letak pembangunan rumah Suku Kamoro, Kampung Paumako telah dibuat. Dimana rumah-rumah masyarakat berbentuk rumah panggung, lantaran berada diatas hutan bakau.

“Pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat Poumako merupakan komitmen dari Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk yang pada kunjungan kerja ke Poumako pada 4 September 2023, yang saat itu berjanji akan memperbaiki kondisi rumah masyarakat yang sangat memprihatinkan dan kumuh,” tegasnya.

Yan Ukago menyampaikan desain rumah tersebut model konsep 3 S yaitu Sungai, Sagu dan Sampan. Karena kehidupan masyarakat Kamoro dan Asmat itu seperti konsep big family atau keluarga besar, dan dibangun sesuai kearifan lokal Kamoro dan Asmat.

“Pembangunannya saat ini baru 14 unit ditambah 200 meter jalan panggung karena disesuaikan dengan anggaran yang ada saat ini, tentunya tahun depan kita akan alokasikan untuk membangun dengan jumlah yang lebih banyak. Dengan konsep 3 S ini, kami berkeyakinan kompleks perumahan masyarakat Suku Kamoro ini akan menjadi daerah wisata, tempat penelitian hutan bakau dan juga mengenal budaya masyarakat Kamoro,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Timur Bakri Athoriq mengungkapkan, pembangunan rumah laik huni ini memiliki dua nilai, yakni sebagai tempat tinggal dan pariwisata.

“Tujuan dari perumahan ini bukan hanya tempat tinggal, tapi ini merupakan objek wisata jadi ada dua keuntungan yang kita dapat pertama kita dapat rumah, kedua adalah tempat wisata,” tuturnya.

Bakri menerangkan, yang dimaksud dengan keuntungan wisata adalah warga yang suka mengukir dan menganyam bisa memamerkan hasil karyanya, sehingga bisa ada  penghasilan tambahan.

‘’Bukan lihat saja, kita bisa cari makan dengan tangan, dan kita bisa dapat memenuhi kebutuhan,” ujarnya

Bakri melanjutkan, pembangunan rumah juga bertujuan agar dalam satu rumah hanya ada satu kepala keluarga.

“Adanya program ini menjawab salah satu persoalan yang selama ini kita hadapi, yakni satu rumah harus ada satu pemimpin untuk mengatur rumah tangganya. Kalau satu rumah ada dua ada tiga (kepala keluarga) siapa mau ataur siapa,” jelasnya.

Sedangkan, Tokoh masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku menyampaikan terima kasih dan terharu karena mendapatkan bantuan rumah laik huni.

“Masyarakat saya khususnya orang Kamoro yang tinggal di Poumako berkontribusi besar bagi Mimika karena sebagian besar merupakan tenaga bongkar muat,” katanya. ** (*/ist)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *