Di Jayawijaya, Tiga Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bupati Jayawijaya Jhon R Banua (tengah) bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Jayawijaya saat memberikan keterangan pers terkait tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (13/04/20). (foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas | PAPUAInside.com, WAMENA— Pemerintah Jayawijaya resmi mengumumkan adanya tiga pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini disampaikan langsung Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jayawijaya, dalam jumpa pers, Senin (13/04/20).

“Kami tadi malam dapat informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi bahwa hasil tes sampel yang dikirim ke Litbangkes provinsi ada tiga pasien kita yang terkonformasi positif,” ungkap Bupati Banua.

Satu orang pasien positif merupakan pasien rujukan dari kabupaten Mamberamo Tengah yang dirujuk pada 9 April lalu dengan riwayat malaria disertai demam, batuk dan sesak.

Sedangan dua orang lainnya tidak memiliki gejala namun setelah dilakukan dua kali tes mereka terconfirmasi positif Covid-19.

Ketiga pasien ini diketahui memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar dan telah kembali ke Wamena sebelum ditutupnya akses penerbangan di bandara Wamena.

“Dengan terkonfirmasi tiga orang positif ini kami sudah mengambil langkah, yang dari Mamteng memang sudah dalam perawatan karena kondisi sudah menunjukan gejala disertai malaria, dan setelah diperiksa hasilnya positif. Sedangkan dua tidak menunjukan gejala namun kami tes hasilnya positif,” jelasnya.

Lanjut Banua, kedua orang pasien positif yang tidak menunjukan gejala ini setelah tiba di Wamena sempat melakukan karantina mandiri sesuai anjuran petugas kesehatan, namun hasil tes positif.

Dari temuan tiga pasien positif ini tim akan segera melakukan penelusuran kontak para pasien positif ini untuk memutus mata rantai virus ini.

“Kami akan menelusuri alur kontak dua pasien warga Jayawijaya ini, kami juga sudah komunikasi dengan Bupati Mamteng agar menelusuri riwayat kontak pasien positif yang dari Mamteng agar kita putus semua mata rantai ini,” jelasnya.

Selain kepada keluarga pasien, tim juga akan melakukan tahapan pemeriksaan terhadap salah satu petugas kesehatan RSUD Wamena yang saat itu sempat dipukuli pasien positif asal Mamteng yang saat itu tidak ingin diisolasi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Wamena, dr.Felly Sahureka menerangkan untuk menindaklanjuti ini tim bergerak sesuai tupoksi untuk mendata siapa saja yang kontak berat dengan pasien positif ini, dan akan lakukan alur pemeriksaan sesuai protab Kemenkes.

“Jadi kita akan bagi berdasarkan kategori, ringan, sedang dan berat. Mengingat dimana-mana daya tampung rumah sakit sudah tidak ada sehingga kita akan bagi sesuai kategori,” jelasnya.

Untuk mengatasi ini pemerintah daerah juga telah menyediakan tempat khusus yang akan digunakan sebagai tempat perawatan orang tanpa gejala (OTG).

“Jadi OTG tapi terkonfirmasi positif covid akan dirawat disana, sehingga kita akan pantau dan kita akan memberikan pengobatan sesuai standar sehingga dia tidak menularkan ke orang lain,” terang dr.Felly

Sedangkan untuk pasien kategori sedang dan kalau masih bisa di isolasi maka akan diisolasi ditempat yang telah disediakan pemerintah.

Sedangkan di ruang isolasi RSUD Wamena akan ditempatkan pasien berat. “Selain tiga pasien positif kita juga punya satu OTG yang sementara masih dalam perawatan,” terangnya. **