Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Dewan Adat Kabupaten Pegunungan Bintang Anton Uropmabin membantah bahwa ia menyebutkan pengungsian di Kiwirok akibat adanya pengerahan pasukan keamanan ke wilayah itu.
Ia mengatakan, dirinya tak pernah memberikan keterangan tersebut kepada media.
“Saya tidak memberikan pernyataan kepada media online terkait dengan adanya pengungsian akibat dari masuknya TNI dan Polri, itu tidak benar,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Kamis (28/10/2021).
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Polri setelah penyerangan yang dilakukan kelompok Lamek Taplo di Kiwirok justru memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warga di sana.
“Pihak gereja juga telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 6 ton kepada warga melalui dewan adat,” katanya lagi.
Dirinya juga menyesalkan adanya pemberitaan yang diterbitkan dan tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikannya.
Dirinya juga berharap agar media tidak asal membuat berita.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bicara tentang TNI atau Polri yang mengusir masyarakat, tapi yang saya katakan adalah TNI dan Polri yang berada di Pegubin sama dengan kami dewan adat yaitu mengayomi masyarakat, ini sebagai bentuk klarifikasi saya,” tegas Anton lagi. **














