Deklarasi Relawan Nasional Sobat Ganjar di Papua

Deklarasi Relawan Nasional Sobat Ganjar di Provinsi Papua berlangsung di Pinggir Danau Sentani Tepatnya di Sentani Punama Resto, Jalan Yoka-Waena, Kampung Hebeybhulu, Distrik Heram, Kota Jayapura. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Deklarasi Relawan Nasional Sobat Ganjar atau Solidaritas Sahabat Ganjar Presiden 2024-2029, pasca kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Deklarasi ini berlangsung di Pinggir Danau Sentani Tepatnya di Sentani Punama Resto, Jalan Yoka-Waena, Kampung Hebeybhulu, Distrik Heram, Kota Jayapura, Minggu (30/4/2023).

Turut hadir para pimpinan paguyuban, tokoh adat dan kaum milenial.

Deklarasi Relawan Nasional Sobat Ganjar di Provinsi Papua diawali pembacaan naskah deklarasi Sobat Ganjar oleh Inisiator Relawan Sobat Ganjar, Bahar Farawowan.

Kemudian penandatangan  naskah deklarasi Sobat Ganjar oleh para pimpinan paguyuban, tokoh adat dan kaum milenial. Disusul penandatangan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024-2029.

Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2024-2029 mendatang hendaknya memiliki 9 kriteria sebagai berikut.

Pertama, dekat dengan rakyat. Berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain/blusukan. Artinya pemimpin harus dekat dengan rakyat dan sesering mungkin terjun ke lapangan. Karena pada dasarnya kebijakan dibuat untuk kepentingan rakyat. Dan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan rakyat, pemimpin harus berkeliling seperti halnya yang dilaksanakan Presiden Jokowi melihat realitas di lapangan dan berdialog dengan masyarakat.

Kedua, jujur dan berintegritas. Artinya pemimpin harus menjaga diri dari praktek-praktek ketidakjujuran seperti korupsi. Karakter jujur dan berintegritas, kejujuran merupakan salah-satu karakter yang mencerminkan integritas seseorang. Kejujuran yang ditunjukkan oleh Presiden memungkinkan pembuatan kebijakan yang berlaku adil untuk semua.

Ketiga, empati. Budaya Indonesia adalah budaya timur yang mengedepankan kolektivitas dan kasih sayang. Seorang presiden harus menjadi role model yang mencerminkan sikap dan prilaku empati, kasih sayang dan rendah hati.


Penandatangan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024-2029. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Keempat, berani dan tegas. Dunia kita sekarang bergerak makin cepat dan banyak variabel ketidakpastiannya. Resiko pun menjadi hal yang umum ditemui dan tak jarang pemimpin akan terjebak dalam situasi krisis. Banyak hal dan akar permasalahan bangsa ini yang bisa selesai dengan keberanian dan ketegasan sosok pemimpin tertinggi negara ini.

Kelima, berbasis akademisi. Kebijakan dan pengambilan keputusan yang dibuat harus berbasis riset dan data, sehingga kebijakan yang diformulasikan perlu didukung data yang komprehensif serta didukung kajian riset yang valid. Kebijakan berbasis riset dapat membantu merumuskan kebijakan dengan tepat dan efektif.

Keenam, pemimpin yang mampu membuat inovasi. Inovasi menjadi kata yang penting jika bicara pemimpin. Yang dimaksud kebijakan inovatif mengacu pada perbaikan kualitas hidup.

Ketujuh, seorang pemimpin harus mengetahui berbagai permasalahan di Indonesia dan global. Tanpa wawasan tentang isu isu tentang  problematika di Indonesia, akan sulit membuat kebijakan yang tepat sasaran. Ada tiga masalah utama di Indonesia ini yakni perekomian (10,4 persen), pengangguran (6,2 persen), dan sosial (6,1 persen).

Kedelapan, Presiden pada 2024 harus mampu mempromosikan kebijakan inovatif, produk unggulan, menjalin hubungan baik dengan banyak negara, serta menjaga reputasi Indonesia di kancah global. Dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini, Indonesia adalah negara yang dihormati di kancah global dan mendapatkan kepercayaan besar dari para pemimpin global. Presiden periode berikutnya harus meneruskan, bahkan meningkatkan keberhasilan yang telah dicapai.

Kesembilan, melek digital. Dengan melihat Indonesia yang terbentang luas dari Aceh sampai Papua, maka seorang Presiden memiliki kecakapan dan kemampuan dalam mengoperasikan jejaring media sosial. Di era digital yang serba cepat dan mudah ini memberikan manfaat yang sangat besar agar pemimpin lebih dekat dengan rakyat, lebih mengetahui dengan pasti permasalahan yang dihadapi rakyat. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *