PAPUAInside.com, JAYAPURA— Ancaman keamanan menjadi salah satu factor penghambat pembangunan di Papua.
Hal tersebut disampaikan Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan saat memberikan sambutan pada acara deklarasi Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) di Sentani, Selasa (28/10/2020).
Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengungkapkan bahwa pembangunan di Papua terlambat dan hanya berjalan di tempat karena adanya ancaman.
Ancaman yang dimaksudkan oleh jenderal TNI-AD Bintang Satu ini adalah acaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Papua ini sudah jauh tertinggal, berbeda dengan daerah lain di Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya. Karena ketika tahun 45 Indonesia merdeka pada saat itu juga daerah-daerah itu langsung membangun beda dengan Papua yang bergabung denga Indonesia pada tahun 1969 dan diingatkan lagi kalau Papua itu bagian dari NKRI pada tahun 1999. Dan pembangunan di Papua baru digencarkan pada tahun 2001 dengan adanya Otsus” kata Danrem.
Kata Danrem, pembangunan yang sudah terlambat tersebut terhambat lagi dengan ancaman keamanan dari kelompok criminal bersenjata. “Dan pembangunan yang tenga digencarkan ini juga tidak bisa langsung jalan karena terhambat, misalnya pembangunan jalan dari Agats (Kabupaten Asmat) ke Wamena (Kabupaten Jayawijaya) sampai saat ini tidak bisa dibangun, karena diancam, kalau dibangun akan ditembak,” tambahnya.
Padahal kata Danrem Pangemanan, pembangunan di Papua ini sangatlah penting agar dapat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat Papua pada umumnya dan mempercepat kemajuan akibat ketertinggalan. **














