Bupati Willem Wandik : Kabupaten Puncak Belum Pulih

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, SE, MSi (foto: Diskominfo Puncak/Dok)

Oleh : Faisal Narwawan|            

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik mengakui secara umum kabupaten tersebut belum sepenuhnya aman. Bahkan, situasi belum normal ini juga terasa di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

Ia menjelaskan, pasca kejadian di Puncak hampir seluruh aspek lumpuh baik pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian, terutama di bebera wilayah bekas konflik termasuk Distrik Beoga.

Di wilayah itu, kata Willem Wandik saat ini Bank-bank belum semuanya beroperasi, sekolah dan pelayanan kesehatan juga mati. Tak hanya itu, pertikain antar warga hingga kini masih ada di Beoga.

Ketakutan warga Puncak pasca kejadian yang beruntun tak mudah untuk dihilangkan. Perlu waktu lama untuk melupakan konflik, sehingga trauma warga pelan-pelan hilang.

“Semua pihak di Puncak saat ini memang berusaha agar menjaga keamanan di wilayah kami ini, namun dengan sensitifnya warga soal keamanan jadi pengembalian situasi terasa sulit, warga masih trauma,” ujar Willem Wandik dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

Hadirnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  bersama TNI/Polri di tengah-tengah masyarakat juga disampaikannya menjadi alasan kuat warga Puncak merasa tak aman.

Untuk mengembalikan situasi tersebut kata Willem Wandik, komunikasi yang baik kepada KKB maupun TNI/Polri harus dilakukan. Tak hanya itu, komunikasi intens juga  harus terus terjaga antara pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, perempuan dan pihak gereja.

“Kondisi belum normal, Ini harus pelan-pelan untuk mencapai kedamaian, kami membutuhkan dukungan semua pihak, doa juga sangat dibutuhkan,” katanya.

Kerugian masyarakat dan pemerintah pasca berbagai peristiwa di  Puncak juga tak sedikit. Willem Wandik mengatakan butuh biaya  yang banyak, aspek vital seperti bandara, pesawat terbang juga tak bisa langsung membaik.

“Nah sekarang, dengan situasi ini saya mau mengeluh ke siapa,? Situasi negeri sedang susah dengan Covid, bahkan dunia. Pendapatan ekonomi menurun, apa yang terjadi di sini, fasilitas kesehatan lumpuh, pendidikan juga sama, kami pemerintah daerah jadi bingung,  persoalan di Puncak ini tidak ada habis-habisnya,’’ jelasnya.

Padahal, kata Bupati Wandik Kabupaten Puncak terus berkembang sebelum konflik ini terjadi.  ‘‘Kita berjuang untuk BBM satu harga, kita berjuang bagaimana ekonomi warga normal, pesawat yang masuk juga bisa sampai 30 kali. Tapi, karena keamanan yang terganggu, kita mulai dari nol lagi, seandainya saling kontak senjata tidak ada, kita bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah lain,” katanya panjang lebar.

Ia memandang keamanan adalah kunci untuk terus maju, terus berkembang dan terus meraih cita-cita yang diinginkan, tetapi jika keamanan hilang, ketakutan warga yang ada, semua aspek akan binasa.

“Keamanan adalah inti untuk kita meraih bahkan melebihi kemajuan daerah lain, di semua wilayah keamanan itu penting, saya harapkan kami bisa kembali lagi dalam ketentraman,” tutupnya. **