PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., menekankan pentingnya disiplin yang menjadi pondasi untuk bisa melangkah lebih jauh. Disiplin harus mulai dari diri sendiri – mulai dari kebiasaan bangun pagi, mengatur kehidupan rumah tangga, hingga kedisiplinan di tempat kerja.
“Kita adalah pelayan rakyat, jadi harus siap berkomitmen dan kompak bekerja sama. Sistem sekarang sudah menggunakan teknologi elektronik, jadi pastikan semua bisa mengoperasikannya dengan baik,” ujarnya saat memimpin apel pagi di lapangan kantor Bupati pada Senin (30/03/2026).
Selain menekankan disiplin, bupati mengajak seluruh ASN untuk tidak takut belajar hal baru, terutama terkait penggunaan teknologi. Ia menyampaikan bahwa telah ada pusat pelatihan yang siap membantu, termasuk pelatihan bahasa Inggris dan keterampilan lainnya. “Jangan malu untuk belajar. Kita harus bisa menjadi akademisi sambil menjalankan tugas administrasi – dengan membaca literatur agar bisa mendapatkan ide baru, inovasi, dan mengikuti perkembangan sistem baru,” katanya.
Selain itu, ia mengucapkan terima kasih karena beberapa agenda penting telah berjalan dengan baik, termasuk terkait dengan pengembangan kerjasama dengan universitas dan penyusunan konsep pembangunan berkelanjutan. “Kita sedang melakukan langkah monumental yang akan dikenal dan diwariskan ke generasi mendatang. Salah satunya adalah pengakuan wilayah kebudayaan dan pendekatan pembangunan yang berbasis pada nilai-nilai lokal,” tambahnya.
Bupati menegaskan pentingnya kembali kepada pengetahuan tradisional yang telah membuat masyarakat hidup eksis hingga saat ini. Menurutnya, pengetahuan leluhur terkait pendidikan dan ekonomi jauh lebih mendalam dari yang dibayangkan. “Misalnya, bagaimana orang tua bisa merawat anak prematur atau anak yang lahir dengan kondisi tidak normal di masa lalu tanpa bantuan dokter. Itu adalah pengetahuan yang luar biasa dan harus kita kembangkan kembali,” jelasnya.
Ia juga mengajak untuk kembali mengkonsumsi makanan organik dari kampung yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya. “Kita harus makan makanan yang ada di sekitar kita – sagu, jagung, umbi-umbian, dan makanan lokal lainnya yang alami dan tidak ada campuran zat berbahaya,” tegasnya.
Selain itu, Bupati telah mengeluarkan edaran bahwa seluruh aktivitas pemerintahan harus melibatkan lagu dan tarian tradisional, yang merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Pegunungan Bintang. “Lagu-lagu kita tidak hanya untuk hiburan, melainkan berisi makna tentang kehidupan dan nilai-nilai luhur. Kita harus melestarikan dan menghayatinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan krisis pangan di masa depan akibat ketidakstabilan global. “Kita harus siap dengan mengembangkan pangan lokal seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian agar setiap individu dan keluarga memiliki pasokan pangan yang cukup. Jangan sampai kita bergantung pada barang impor yang bisa saja terhenti kapan saja,” katanya.
Bupati menjelaskan bahwa telah terbentuk komunitas yang akan mengelola acara-acara budaya dan perayaan penting di kabupaten ini. “Kita sedang merekonstruksi konsep hidup berdasarkan nilai-nilai budaya kita, yang meliputi pendidikan, karakter, dan hubungan antar sesama. Semua ini terkandung dalam cerita leluhur, nama tempat, batu, gunung, dan sumber daya alam yang ada di sekitar kita,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, ia kembali menekankan pentingnya disiplin dan kerja cepat namun teliti. “Kita bekerja dengan anggaran yang sangat terbatas, dimana hampir 100% berasal dari transfer pusat. Oleh karena itu, setiap proses harus segera diselesaikan dengan benar, termasuk proses kontrak dan pengelolaan keuangan. Hanya tinggal sekitar 10 hari untuk menyelesaikan beberapa dokumen penting, jadi mari kita kerja sama dengan baik,” pungkasnya. ** (Aquino Ningdana)













