Image  

Bupati Spei Bidana Tandai OPD yang Masih Berkinerja Buruk di Pegubin

Bupati Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan Spei Yan Bidana, ST.M.Si. (foto: Aquino Ningdana)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— Bupati Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan Spei Yan Bidana, ST.M.Si, menandai OPD-OPD yang sampai pertengahan tahun ini kinerjanya belum terealisasi secara baik dalam mewujudkan visi pembangunan yang tepat sasaran.

Saat menghadiri dan membuka rapat Rapat Kerja Pencegahan Penyakit Menular di Kabupaten Pegunungan Bintang tahun 2025 di Ruang Rapat Kantor Bapperida Pegubin, Jumat (15/08/2025) Bupati Spei menyoroti salah satu OPD yaitu Dinas Kesehatan dan RSUD Oksibil yang kinerjanya dinilai belum terealisasi secara baik dalam mewujudkan visi pembangunan yang tepat sasaran.

Dalam pemaparan Dinas Kesehatan disampaikan bahwa penyakit menular malaria menjadi terbanyak ditangani di Puskesmas Oksibil dan Kalomdol serta RSUD Oksibil.

Menurut Bupati Spei, meningkatnya penanganan penyakit malaria di RSUD Oksibil, Puskesmas Oksibil dan Puskesmas Kalomdol, pertanda dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan, sehingga pimpinan OPD terkait dan seluruh staf diingatkan bekerja dengan benar dan menyarakna  seluruh ASN wajib membaca referensi supaya pahami fungsi tugasnya.

“Pelayanan kesehatan terganggu jika oknum menguasai dan memprioritaskan kepentingan pribadi, pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa terabaikan. Misalnya, distribusi obat yang tidak merata, kurangnya fasilitas kesehatan di daerah terpencil, atau lambannya penanganan kasus darurat. Oknum yang berkuasa dapat menyalahgunakan anggaran kesehatan untuk kepentingan pribadi, seperti korupsi proyek, mark-up harga, atau pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan kebutuhan,’’ tandasnya.

Bupati spei yang juga sebagai mantan kepala Bapperida mengingatkan Bapperinda tidak asal mengakomodir program, tetapi sebelum diajukan n perlu diteliti dengan mempertimbangkan jumlah APBD kita yang sangat minim. ‘’Saya sudah tahu semua,  semua kepala SKPD dan bawaannya mulai hari ini berhenti adakan kegiatan perjalanan dinas ke luar Papua, itu perjalanan dinas omong kosong,’’ tegasnya.

Diingatkan, seluruh dinas perlu menerapkan sistem yang transparan dalam pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta rekrutmen dan promosi dan dibutuhkan sistem pengawasan yang ketat dari pihak internal maupun eksternal untuk mencegah terjadinya praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang terlebih pada dinas kesehatan, pendidikan dan perindakop.

Menurut mantan Kepala Bapperida, kinerja OPD tahun ini paling buruk apalagi tingkat koordinasi antara pimpinan dan bawaan terhadap sistem kerja dan prosedur yang ada untuk mengidentifikasi titik-titik lemah dan melakukan perbaikan ini tidak pernah dilakukan.

Khusus untuk Dinas Perindakop, Bupati Spei mengingatkan agar melibatkan masyarakat dan pelaku usaha dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program. Diharapkan ada pernaikan internal dan eksternal agar kinerja dinas ditingkatkan untuk keseimbangan perputaran ekonomi di Pegubin. ** (Aquino Ningdana).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *