Bupati Puncak Kunjungi Korban Penembakan di Distrik Meagabume yang Dirawat di RSMM Timika

Bupati Puncak Willem Wandik mengunjungi warga Distrik Meagabume yang tertembak pada 2 Maret 2023 lalu. Korban saat ini dirawat di RSMM Timika. (foto: Humas Puncak)

PAPUAInside.Id,TIMIKA— Bupati Puncak Willem Wandik, SE,M.Si mengunjungi korban penembakan di Kampung Agenggem Distrik Meagabume, Puncak, Papua Tengah yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) atau RS Kharitas di Timika, Selasa (07/03/2023).

Ada tiga warga korban penembakan yang terjadi pada Jumat 2 Maret 2023 yang saat ini menjalani perawatan di RSMM yaitu Ibu Nerice Telenggen (30) luka di tangan kanan dan belakang, Juan Murib (3,3) dan Rasna Kogoya (12) luka tembak di tangan kanan dan rencana akan menjalani operasi hari ini.

“Kami hadir disini untuk memberikan trauma healing sehinga proses pengobatan bisa berjalan dengan baik  dan para korban bisa segera sembuh dan sehat kembali serta tidak lagi mengalami trauma dampak dari kejadian,” ungkap Bupati Wandik.

Lanjut Bupati, saat kejadian dirinya ada di Ilaga dan akan ke lokasi penembakan menemui warga, namun mengalami kendala transportasi karena maskapai takut mendapat gangguan saat terbang ke sana. Setelah korban dievakuasi ke RSMM Timika baru bupati bisa berkunjung.

“Setiap ada kejadian penembakan pasti maskapai tidak akan masuk ke lokasi kejadian, maka yang rugi pastilah masyarakat karena ekonomi, pendidikan, pemerintahan dan semuanya tidak akan jalan. Itulah dampak yang kita harus sama-sama perhatian, baik saudara-saudara kita di sebelah maupun kami aparat keamanan di dalam,” ujar kader PDIP ini.

Kata Bupati Wandik dengan kejadian seperti ini diimbau kepada warga masyarakat, terutama yang mendiami daerah konflik agar selalu siaga, ketika ada kejadian, segera cari tempat perlindungan entah ke gereja atau ke balai kampung, kantor distrik sehingga terhindar dari dampak penembakan.

“Saya juga imbau kepada aparat keamanan maupun teman-teman kita dari KKB, agar selalu mengutamakan keselamatan masyarakat, sebab nanti seperti begini, masyarakat yang kena dampak bahkan akan meluas kemana-mana lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Amenius Murib, suami ibu Nerice Telenggen korban penembakan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Puncak yang datang memberikan penguatan bagi para korban, dirinya menjelaskan bahwa istrinya mengalami penembakan terjadi tepat pukul 5.30 WIT pagi hari sehingga istri dan anaknya tertembak, saat ini dirawat.

“Kami berharap ini kejadian yang terakhir kali, jangan lagi ada korban yang jatuh di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sinak Ipda Yulius Boyowa yang setia menjaga para korban di rumah sakit Kharitas mengatakan hingga sat ini situasi di Distrik Sinak dan sekitarnya sudah kembali aman dan terkendali, sayangnya yang menjadi pergumulan masyarakat setempat saat ini adalah jembatan yang menghubungkan Distrik Meagabume dan Distrik Sinak, sudah diputuskan oleh KKB, sehingga warga masyarakat saat ini kesulitas akses ke Distrik Induk Sinak, yang selama ini menjadi titik sentral ekonomi dan pemerintahan.

“Kebetulan ada Bupati, sehingga saya sampaikan bahwa kondisi jembatan sudah mereka kasih rusak, sehingga masyarakat mengalami kesulitaan, sementara soal kondisi keamanan, sejauah ini juga sudah aman terkendali,” tambahnya.

Distrik Meagabume merupakan pemekaran dari Distrik Sinak, akses ke sana harus melewati jembatan gantung karena kedua distrik dipisahkan oleh sungai. ** (Humas Puncak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *