PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.T, M.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembangkan potensi pangan lokal seperti jagung dan sagu agar mencapai kemandirian hingga 98% kebutuhan pangan daerah. Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada pembukaan Musrenbang Otsus dan RKPD tahun 2026.
Bupati menjelaskan bahwa Papua memiliki kekayaan alam yang melimpah sehingga masyarakat tidak pernah kekurangan sumber makanan. “Di Papua, di mana pun kita berada, tidak pernah kekurangan makanan karena alam yang diciptakan Tuhan untuk bangsa ini. Kita harus belajar mengelola sumber daya dengan baik, tidak seperti di daerah lain yang mengalami masalah akibat penggunaan pupuk kimia yang membuat tanah tandus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini daerah menghadapi krisis ekonomi dan gangguan logistik akibat ketergantungan pada impor, padahal potensi lokal sangat melimpah. “Kita harus kembali kepada makanan yang diberikan Tuhan, bukan bergantung pada beras yang harus diimpor. Sejak masa Presiden Soeharto, kita pernah mengalami kekurangan beras yang membuat negara terpuruk, jadi mari kita kembangkan potensi lokal kita,” jelasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya mengembangkan makanan asli yang kaya gizi seperti buah merah dan makanan tradisional. “Contohnya, saya sendiri lahir dengan kondisi yang tidak prima, namun karena diberikan makanan bergizi dari alam oleh orang tua, akhirnya bisa menjadi bupati. Ini membuktikan kekuatan makanan lokal yang harus kita kembangkan,” tambahnya.** (Aquino Ningdana)













