Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA–Umat Katolik Kring Yesus Elalue Saluma, Paroki Kristus Terang Dunia Yiwika diharapkan memanfaatkan gedung gereja yang telah dibangun, untuk melayani Tuhan dan umatnya.
Hal ini disampaikan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi saat meresmikan gedung Kapela Katolik Yesus Elalue Kring Saluma, Stasi KPD Usilimo di Distrik Usilimo, Rabu (27/4/2022).
“Saya harap kepada umat dan masyarakat di tempat ini menjaga tempat ibadah ini dengan baik, jangan kita bangun tempat ibadah yang bagus dan mewah, tapi saat ibadah gedung gereja ini kosong,” ungkap Bupati Jayawijaya.
Menurutnya, kapela ini merupakan tempat untuk berkumpul dengan Tuhan, sehingga bupati mengajak umat di daerah itu untuk bersatu membangun daerah Jayawijaya ini melalui pelayanan di gereja-gereja yang ada.
Bupati juga menyatakan bahwa dalam memberikan bantuan bagi gereja pihaknya tidak memilih-milih umat atau gereja, karena menurutnya semua gereja di Jayawijaya merupakan bagian dari mitra pemerintah.
“Sebagai pemimpin kami tidak boleh memilih-milih umat, saya minta maaf jika kami pemda tidak bisa membantu sesuai proposal yang diberikan. Meski nilainya kecil, kami harap semua gereja yang sementara membangun mendapatkan bantuan yang sama,” jelasnya.
Bupati juga meminta para pengurus gereja, agar dalam membangun gereja harus dilakukan dengan perencanaan yang baik, sehingga pembangunan rampung sesuai target yang ditentukan.
“Kami pemda bantu 75 juta sesuai proposal yang diajukan. Mudah-mudahan bukan hanya ditempat ini kami bantu, tapi di gereja lain juga kita akan bantu. Pembangunan gereja sangat penting, pembangunan di suatu daerah kelihatan maju, karena ada pembangunan gereja,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kornelis Basa Kopon, Pr selaku Pastor Dekan Dekenat Jayawijaya menyampaikan bahwa umat di daerah ini telah membuktikan kemandirinyan dalam membangun rumah Tuhan.
“Untuk sampai pada hari ini keterlibatan banyak pihak untuk membantu umat, walaupun pada prinsipnya sesuai visi misi keuskupan Jayapura yakni membangun gereja yang mandiri dan misioner umat punya kemandirian dan itu sudah mereka buktikan.
Ia berharap, agar semangat umat lebih ditingkatkan, karena umat telah membangun kapela ini dengan susah payah dan butuh waktu yang lama hingga dapat diresmikan.
“Gunakan tempat ini untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar untuk membangun iman, dan umat juga membangun kebersamaan dengan saudara-saudara kita yang ada di tempat ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi toleransi yang dibangun umat, dimana pada acara pemberkatan gedung kapela ini kepanitiaannya juga melibatkan beberapa pendeta dan jemaat selain umat katolik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Marthen Entama, menyatakan meski dengan swadaya, namun umat berhasil merampungkan pembangunan kapela ini.
“Pembangunan gereja ini empat bulan, total pengeluaran Rp 225 juta, dengan luas bangunan panjang 18 meter dan lebar 7 meter,” ujar Entama. **














