Gangguan Keamanan Masih Tinggi, Bupati Intan Jaya Bentuk Tim Mediasi

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, berpose bersama Caretaker Ketua KNPI Papua, Amin Ngabalin. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA–Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni menegaskan potensi gangguan keamanan di wilayahnya masih tetap tinggi. Oleh karena itu, ia membentuk Tim Mediasi, yang melibatkan kaum muda.

Demikian disampaikan Bupati Natalis, usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XIV KNPI Provinsi Papua di Grand Abe Hotel, Jayapura, Rabu (27/4/2022).

“Tim Mediasi siap mati dia kapan pun siang malam, dimana di lokasi ada kontak senjata atau terjadi apa-apa tim ini berperan turun kesana, untuk memastikan ada korban atau tidak,” ujarnya.

“Korban itu apakah TNI/Polri ka KNPB atau TPN/OPM ka, masyarakat sipil ka nanti akan dievakuasi oleh tim,” katanya.

JIka ada gangguan keamanan, tuturnya, Tim Mediasi akan melaporkan kepada Bupati, sekaligus mengirim pesawat dan logistik ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

“Jika korbannya TNI/Polri, TPN OPM kalau masih hidup diantar ke  rumah sakit terdekat. Jika sudah meninggal kita sepakat dengan keluarga, untuk makamkan secara adat. Jika TNI/Polri atau warga sipil kita dampingi dan antar sampai ke kampung halamannya, untuk dimakamkan,” tuturnya.

Tim Mediasi, tukas Bupati Natalis, juga bertugas mengidentifikasi semua persoalan orang-orang atau saudara-saudara yang diduga potensial menimbulkan gangguan keamanan, maka diajak bicara secara persuasif.

“Kalian jangan menembak, jangan membunuh, jangan membakar fasilitas umum dan lain-lain, karena menghilangkan nyawa orang, selain melanggar norma hukum. Tapi juga melanggar norma agama,” ungkapnya.

Bupati Natalis menyebutkan, peristiwa terbaru 1 unit rumah guru diduga dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Soagama, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, belum lama ini.

“Kami belum tahu sebab dari peristiwa tersebut. Mungkin ada keributan masyarakat setempat atau masalah kebijakan dan lain lain,” ujarnya.

Meski demikian, terangnya, pihaknya telah mengutus Tim Mediasi, untuk mengindentifikasi peristiwa tersebut. Tapi belum turun membawa laporan resmi.

“Adanya peristiwa tersebut menujukan bukti bahwa potensi gangguan keamanan, khususnya di Intan Jaya masih tetap tinggi,” katanya. **