Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua telah menuntaskan aksi penanaman 3.000 bibit merbau sejak program rehabilitasi hutan adat dimulai pada September 2025.
Capaian ini mendekati target 4.800 bibit yang tersebar di Kampung Kuipons, Berab, dan Rhepang Muaif di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Staf Mitra BUMMA, Angelius Nababan, mengatakan keberhasilan ini mencerminkan komitmen masyarakat adat Suku Namblong menjaga hutan sebagai identitas dan ruang hidup. “Para Iram atau Ketua Adat marga memastikan pengelolaan wilayah adat berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujar Angelius di Jayapura, Sabtu (29/11/2025).

Kelompok Agroforestry melakukan kegiatan penanaman di Kampung Rhepang Muaif.
(Foto: BUMMA PT Yombe Namblong Nggua)
Program rehabilitasi dikerjakan melalui Unit Kehutanan BUMMA, ujar Angelius, diawali pendataan lahan kritis bersama marga pemilik ulayat untuk memastikan arah pengelolaan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Pendekatan partisipatif ini dinilai menjadi dasar penting keberhasilan program.
Menurutnya, kelompok penanaman atau agroforestry di tiga kampung berperan dalam penyiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan bibit merbau. Pendekatan berbasis kelompok dinilai memperkuat peran masyarakat sebagai pengelola sah hutan adat sekaligus pemeratakan manfaat sosial-ekonomi.

Staf Sub Unit Rehabilitasi Hutan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Alex Tacuari, memindahkan bibit dari rumah pembibitan ke lokasi penanaman di Kampung Kuipons.
(Foto: BUMMA PT Yombe Namblong Nggua)
Angelius menambahkan, BUMMA PT Yombe Namblong akan memperluas area tanam dan meningkatkan kapasitas teknis masyarakat pada tahap berikutnya.
“Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan hutan berbasis masyarakat adat di Papua,” ucap Angelius. **














