Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside, id, JAYAPURA—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua melalui Unit Usaha Ekowisata, mulai menata kawasan wisata Kali Biru, Kampung Berap, Distrik Nimbokrong, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Salah-satunya adalah membangun pondok panjang, untuk tempat tinggal atau home stay bagi wisatawan. Home stay ini menggunakan bahan lokal, yakni atap daun sagu, dinding papan dan lantai pohon palem.
Kordinator Lapangan Unit Usaha Ekowisata, Simon Manggo, didampingi General Manager BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Therry Norris Yoshua melalui ponsel, Kamis (27/2/2025) mengatakan home stay ini nantinya dipilah-pilah sesuai peruntukannya.
Simon mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan fasilitas pendukung, antara lain, kedai kopi, river trip, trekking hutan, gazebo, kedai kopi, kolam renang, spot foto, listrik, air bersih, toilet, kamar ganti, camping groud dan lain-lain.
Selain fasillitas pendukung, jelas Simon, pihaknya juga menyiapkan dan melatih warga setempat, untuk melayani wisatawan.
Menurut Simon, pihaknya tengah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), untuk diajukan ke BUMMA PT Yombe Namblong Nggua.
“Jika RAB disetujui, maka kami segera tindak lanjuti sesuai kebutuhan,” tutur Simon.
Simon menjelaskan, pihaknya telah mengunjungi beberapa kawasan wisata, saat menoken ekowisata berbasis budaya di Bukit Ngisis atau Bukit Sembilan di Kulon Progo dan Kedai Kopi Sapta Wening di Batang.
Oleh karena itu, ucap Simon, pihaknya ingin mencontoh pengelolaan wisata berbasis budaya, seperti di Bukit Sembilan dan Kedai Kopi Sapta Wening.
Staf Mitra BUMMA Ranum Mansawan, ketika Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024 juga belajar khusus tentang platform media sosial, seperti YouTube, Tik Tok dan Face Book, untuk lebih memperkenalkan kawasan wisata Kali Biru kepada wisatawan.

River Trip di kawasan wisata Kali Biru, Kampung Berap, Distrik Nimbokrong, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Unit Usaha Ekowisata BUMMA Namblong)
River Trip Kali Biru
Menurut Simon, pihaknya juga telah menyiapkan River Trip Kali Biru menggunakan rakit dengan daya muat 5-6 orang, sembari menikmati kicauan burung-burung.
“River Trip tentunya menjadi daya tarik yang ikonik dan jualan kami untuk wisatawan, yang berkunjung ke Kali Biru,” ungkap Simon.
Simon mengatakan, khusus river trip dipatok Rp 150.000 per orang, untuk one spot. Kalau paket Rp 215.000 dan Rp 250.000, rute dari start dari Ujung Kampung Berap ke finish di Muara Kali Biru II jarak 1,5 km dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit.
“River trip hanya pergi saja, sedangkan pulangnya dengan bantuan perahu, karena kalau pakai rakit tak bisa balik lawan arus ke atas lagi. Jadi turunnya pakai rakit dan pulangnya pakai bantuan perahu,” ucap Simon.
BUMMA PT Yombe Namblong Nggua telah membentuk lima unit usaha, yakni kehutanan, ekowisata, peternakan, perikanan dan carbon trade atau perdagangan karbon.

Tim JendraNath, ketika trekking hutan, untuk melihat goa sejarah tempat kelelawar di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Mitra BUMMA)
Paket Wisata 3 Hari 2 Malam
Sebelumnya, Tim JendraNath dipimpin Dibiarma Darmawan dari Denpasar (Bali), didampingi Tim Mitra BUMMA sempat menikmati paket wisata 3 hari 2 malam di Kali Biru, Kampung Berap, sekaligus mencicipi menu lokal serta menginap di rumah warga.
Tim JendraNath juga melakukan trekking hutan, untuk melihat goa sejarah tempat kelelawar, pemantauan burung cenderawasih kuning, air terjun cenderawasih, legenda Kali Biru dan menikmati keasrian Kali Biru dengan pengalaman naik benen selama 40 menit. **














