Budidaya Ikan Lele dan Nila di Lahan Kosong Asrama Kodim 1702/Jayawijaya

Kolam Bioflok tempat membudidayakan ikan lele dan ikan nila di Asrama Kodim 1702/Jayawijaya. (foto: istimewa)

Oleh : Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dimasa pandemci Covid 19 saat ini, Pasi Intel Kodim 1702/Jayawijaya Kapten Inf Abdul Haris melaksanakan budidaya ternak ikan lele dan ikan nila dengan sistem bioflok (kolam buatan berbahan terpal) di Asmil Kodim 1702/Jayawijaya Jalan Yos Sudarso Wamena, Jayawijaya.

Kapten Inf Abdul Haris mengatakan sistem bioflok tidak memerlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele dan nila. ‘’Cukup kolam buatan menggunakan bahan terpal, namun harus memperhatikan kualitas air dengan cara memasang atau menggunakan mesin airator yang memasok sirkulasi oksigen dalam kolam,” katanya.

“Untuk bisa memperoleh hasil budidaya ikan lele dan ikan nila yang baik dan maksimal pada kolam bioflok, kunci utamanya terletak pada pengaturan kondisi air, dan suhu air serta pakan ikan yang baik dan teratur” kata Abdul Haris, Jumat (19/06/2020).

Awal mula ide ini muncul ketika mendengar dari masyarakat bahwa ikan yang masuk terutama ikan air tawar ke wilayah Wamena ini kebanyakan dalam kondisi mati dan dibekukan (dalam freezer).

Pasi Intel mengatakan hal inilah yang membuatnya berinisiatif untuk membuat kolam ramah lingkungan di pekarangan rumah dengan tujuan agar ikan yang dihasilkan dan dikonsumsi tentunya akan lebih segar serta sehat. ‘’Untuk saat ini sudah dipanen sebanyak 2.000 ekor yang mana nantinya selain untuk kebutuhan sendiri juga akan dipasarkan keluar asrama,”pungkasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, SH  mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu wujud positif anggotanya dalam berinovasi meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu juga sebagai cara untuk meningkatkan hanpangan pada masa pandemic Covid 19 saat ini,” kata Dandim. **