Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Mendukung percepatan penanganan darurat gempa bumi M 5.4 Jayapura, yang memakan 4 korban jiwa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp 750 juta dan bantuan logistik peralatan senilai Rp 250 juta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.
Bantuan diserahkan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan secara simbolis kepada Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey di RSUD Dok II, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (11/2/2023) siang.
Selain itu juga lebih dulu diberikan santunan sebesar Rp 10 juta kepada masing-masing ahli waris para korban gempa bumi.
Fajar Setyawan mengatakan, pemerintah pusat hadir di Kota Jayapura, untuk memastikan penanganan dan bantuan korban gempa sesegera mungkin dilakukan.
Ia pun mengapresiasi Pemkot Jayapura yang langsung membentuk Tim Tanggap Darurat untuk menangani bencana tersebut.
“Uang tunai untuk operasional dan bahan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Berikutnya bangunan ataupun fasilitas akan kami cek supaya pelayanan segera normal kembali,” kata Fajar Setyawan dalam sesi jumpa pers di RSUD Dok II, Jayapura, Sabtu (11/2/2023) siang.
Ia menuturkan, secara umum kondisi Kota Jayapura sudah kembali kondusif dan cukup terkendali.
“Penanganan darurat dan pelayanan Posko oleh Pemkot Jayapura di sini sudah baik, sehingga kami lakukan pendampingan dan pemantauan,” katanya.
Ia pun mengimbau kepada warga Kota Jayapura, agar tak terlalu kwatir dan panik. Ia yakin tim tanggap darurat Kota Jayapura akan bekerja maksimal dalam melayani warga.
“Gempa susulan biasanya sesuai teori Insya Allah tak akan lebih dari gempa utama. Warga tetap waspada tapi jangan panik,” jelasnya.
Plt. Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB Abdul Muhari PhD, dalam kesempatan itu minta, agar warga dapat mengecek bangunan tempat tinggal masing-masing. Hal ini penting dilakukan, untuk melihat kelayakan kondisi bangunan.
Ia juga memberikan tips kepada masyarakat sebagai bentuk antisipasi dini saat gempa terjadi.
“Ada tips sederhana dari kami, jadi warga silahkan praktikan, ambil kaleng bekas lalu disusun tiga, kemudian letakan di atas lemari (ujung lemari) kemudian isi batu di dalamnya.
Nah, ketika kaleng ini jatuh saat gempa susulan terjadi, itu tandanya kita harus keluar rumah. Pastikan juga jalan atau akses keluar itu bersih. Jadi waspada harus, takut jangan,” jelas Abdul Muhari.
Cek Bangunan Terdampak Gempa
Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey di kesempatan yang sama juga mengharapkan warga tak panik saat gempa susulan terjadi.
Ia mengapresiasi semua pihak termasuk BPDB Pusat yang datang langsung ke Kota Jayapura.
Kata Pekey, rumah warga yang tak berdampak gempa tetap harus memperhatikan beberapa keadaan, baik itu kondisi tanah ataupun daerah tempat tinggal.
“Kami Pemkot sudah bentuk tim tanggap darurat bencana dan siap untuk melayani warga terdampak,” katanya.
Tim penannggulangan bencana, kata Penjabat Walikota, terus mendata kerusakan yang terjadi akibat gempa.
“Ya, kami mendata secara rinci untuk memastikan kerusakan bangunan, karena itu kami minta dinas terkait, untuk memastikan kondisi bangunan terutama fasilitas umum layak atau tidak,” kata Pekei.
Dikatakan hal ini penting untuk menurunkan kepanikan dari masyarakat dan menjamin pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar.
“Bisa jadi kita melihat bangunan retak ataupun ada kerusakan lain, tapi dari sisi struktrur sebenarnya aman digunakan, karena itu pengecekan penting dilakukan,” ujar Pekei. **














