Bertemu PGGP-PB Paulus Waterpauw Kritisi Penerapan Tri Panggilan Gereja

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw M.Si bersama Ketua PGGP Papua Barat Pdt Shierly Parinussa STh. (Foto: Tim Media PJGPB)

PAPUAInside.com, MANOKWARI— Perubahan tidak bisa dihindari, gereja pun diharapkan bergerak dinamis dengan peningkatan pelayanan kepada umat khususnya penerapan tri pangilan gereja yaitu koinonia (bersekutu), marturia (bersaksi) dan diakonia (melayani).

Harapan tersebut disampaikan Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw, M.Si saat bertatap muka dengan PGGP (Persekutuan Gereja Gereja Papua) Provinsi Papua Barat, Rabu (24/05/2022) di Manokwari.

Koinonia atau bersekutu merupakan tugas pertama gereja sebagai tempat persekutuan umat Tuhan dengan sikap saling berbagi dan mengasihi satu sama lain.

Marturia atau bersaksi; merupakan tugas selanjutnya menjadi saksi  karya penyelamatan Allah terhadap manusia berdosa supaya kabar baik dapat disampaikan kepada semua orang.

Diakonia atau melayani: merupakan tugas gereja untuk melayani siapapun yang ingin datang kepada Allah. Gereja harus memberikan teladan untuk melayani, karena Yesus sebelumnya sudah melayani kita terlebih dahulu.

‘’Maaf saya mengkiritisi  banyak gereja yang sudah tidak masif menerapkan tri panggilannya, terlebih khusus melayani, gereja hanya focus pada pelayanan yang sudah dijadwalkan misalkan ibadah-ibadah rutin, tapi pelayanan sehari-hari dengan mendatangi rumah-rumah jemaat sudah jarang dilakukan,’’ jelasnya.

Berbeda dengan pendeta-pendeta yang melayani di daerah minoritas, mereka terus membina hubungan personal dengan jemaatnya melalui kunjungan pastoral ke rumah dan berdoa bersama, meskipun harus menempuh jarak  jauh namun dilakukan dengan iklas.

‘’Jika pendeta-pedeta sudah tidak intens membangun hubungan komunikasi  dengan warga jemaat jangan kaget jika dalam waktu tidak terlalu lama banyak warga jemaat yang pindah ke tempat lain,’’ jelasnya.

Para pendeta juga diingatkan tetap focus pada pelayanan tidak perlu khawatir akan hal-hal bersifat duniawi karena Tuhan sudah mengatur semua kehidupan kita. ‘’Jika kita laksanakan pelayanan dengan baik, untuk hal-hal lain nanti Tuhan yang jawab,’’ jelasnya.

Paulus Waterpauw menyampaikan kritikan ini  karena selama 18 tahun bertugas di Papua dia mengamati pelayanan gereja-gereja yang lebih banyak tidak sampai ke rumah-rumah warga. ‘’Saya 18 tahun bertugas di Papua, situasi seperti itu yang saya lihat. Kunjungan-kunjungan ke rumah di luar jadwal jarang dilakukan, saya harapkan ke depan situasi ini tidak terjadi lagi tapi para pendeta memasifkan kunjungan-kunjungan pastoral,’’ jelasnya.

Dikatakan, tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat merupakan mitra pemerintah dalam  menyukseskan pembangunan. ‘’Tanpa dukungan para tokoh termasuk tokoh-tokoh agama yang memiliki umat dan jemaat maka pembangunan tidak akan berlangsung lancar,’’ jelasnya.

Ketua PGGP Papua Barat Pdt Shierly Parinussa STh mengatakan siap mendukung Penjabat Gubernur Papua Barat untuk kesuksesan program kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‘’Bapak memilih datang ke kami, sungguh besar perhatian kepada PGGP, mari kita topang beliau dalam doa agar diberikan kesehatan  sehingga semua tugas dijalankan penuh tanggung jawab,’’ ujar Pdt Sherly. **