Bentrok KKB-TNI/Polri, Warga Gome Minta Perlindungan Bupati Puncak

Warga Gome yang mendatangi rumah Bupati Puncak di Ilaga untuk meminta perlindungan karena terjadinya bentrok antara KKB dan TNI/Polri di kampung mereka. (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.id, ILAGA— Sekitar 100 warga Gome mendatangi kediaman Bupati Puncak, Willem Wandik SE, M.Si di Ilaga, Puncak, Rabu (16/08/2023) meminta perlindungan akibat  bentrok antara TNI-Polri dan KKB membuat banyak warga mengungsi ke hutan menghindari konflik.

Bentrok yang terjadi Selasa (15/08/2023) tersebut mangakibatkan sejumlah honai dan rumah terbakar, warga yang ketakutan melarikan diri ke hutan dan Ilaga yang penting keluar dari Gome.

Perwakilan warga Gome yang datang ke kediaman bupati diterima Bupati Willem Wandik, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia dan Danramil Ilaga Mayor Inf Indra Surya, S.Pd.

Salah seorang warga Gome, Pudimus Alom, S.Sos saat menyampaikan aspirasi mengatakan, dampak dari kejadian penembakan antara TNI-Polri dan TPM-OPM di Distrik Gome, membuat warga takut dan melarikan diri ke hutan.

‘’Kami sangat terkejut dan kaget, kami yang ada saat ini merupakan perwakilan masyarakat yang takut dan minta perlindungan. Kami mohon jaminan keamanan dari Bapak Bupati, Pak Kapolres dan Pak Dandim.  Persoalan TNI-Polri dan TPM-OPM, kami tidak bicara soal itu, itu urusan mereka, kami tidak peduli, yang kami peduli adalah warga masyarakat yang sementara tidur di luar, kami hanya minta jaminan keamanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan bahwa hasil koordinasi antara Kapolres dan dandim terkait dengan kejadian tersebut, sehingga sementara ini sudah dilakukan coollingdown dan yang utama adalah bersyukur karena tidak ada korban jiwa setelah aksi penembakan.

“Jika ada yang bilang ada korban itu isu, sebab sampai saat ini tidak ada korban setelah saya dapat laporan dari Kapolres dan pihak rumah sakit,” tukasnya.

Kata Bupati, setelah upacara HUT-78 RI 17 Agustus 2023, aparat keamanan akan melakukan investigasi dan pendataan rumah warga dan honai yang terbakar, selanjutnya akan diambil angkah-langkah untuk membantu warga di Distrik Gome, yang menjadi korban dampak dari peristiwa penembakan antara TNI-Polri dan TPM-OPM.

“Harapan saya hari ini tidak ada lagi kontak senjata, atau bunyi senjata, sehingga kami bisa laksanakan upacara besok 17 Agustus, nanti soal honai dan warga yang tidur diluar, kita akan kordinasi setelah upacara,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, S,Sos mengatakan sejauh ini aparat keamanan tetap menjamin keamanan warga Distrik Gome dan yang hendak ke Ilaga silahkan saja, hanya saja diingatkan agar semua orang bersama-sama ikut menjaga keamanan. ** (Diskominfo Puncak)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *