Oleh : Faisal Narwawan|
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Pemerintah Kota Jayapura bersama masyarakat Kota Jayapura melakukan pembentangan kain merah putih sepanjang 10,76 KM Atau 10. 760 meter dari pertigaan Ring Road Hamadi hingga Pantai Holtekamp, Rabu (1/3/2024).
Pembentangan kain ‘Merah Putih’ tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari integrasi Papua ke dalam NKRI yang jatuh pada 1 Mei dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia atau Muri.
Awan Rahargo, Direktur Pemasaran MURI Indonesia dalam kesempatan itu berkesempatan memberikan piagam penghargaan Muri kepada Dr. Frans Pekey mewakili warga Kota Jayapura dan seluruh pihak yang terlibat.
Kata dia, pembentangan merah putih tersebut merupakan yang terpanjang di dunia hingga saat ini. Mengalahkan pembentangan kain merah putih pada 2023 tahun lalu di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sepanjang 7,8 kilo.
“Hari ini Kota Jayapura telah berhasil memecahkan rekor Muri di mana pembentangan merah putih dari Ring Road hingga Holtekamp ini mencapai 10, 76 Kilo Meter dan ini merupakan yang terpanjang di Indonesia sekaligus yang terpanjang di dunia. Dengan bangga kita saksikan bersama-sama piagam penghargaan rekor dunia hari ini dicatatkan dengan nomor rekor yang ke 11. 610 kami anugerahkan kepada mewakili atas nama seluruh warga Kota Jayapura diterima oleh Bapak Dr. Frans Pekey selalu Pj. walikota Jayapura sebagai pemrakarsa pembentangan kain merah putih terpanjang di dunia, ” ujar Awan dalam kesempatannya menganugerahi penghargaan tersebut kepada Penkot Jayapura, Rabu siang.

Warga Kota Jayapura antusias membentangkan kain merah putih sepanjang 10,76 Km. (foto: Faisal Narwawan)
Kata dia, kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan semangat kebanggaan nasional dan selaras dengan visi misi rekor Muri yaitu menggelorakan semangat kebangaan Nasional.
Ia mengharapkan, pembentangan merah putih mencerminkan semangat generasi muda Papua dalam membangun Papua dalam bingkai NKRI.
Sementara, Frans Pekey dalam kesempatan itu mengatakan, Pemkota Jayapura dan seluruh masyarakat Kota Jayapura berkolaborasi memecahkan rekor Muri pembentangan merah putih sepanjang 10 ribu meter hampir 11 ribu meter.
“Semua ini terselenggara dalam semangat yang sama, komitmen yang sama untuk tetap dalam NKRI, mencintai negara dengan membentang merah putih pada hari ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura.
Ini semua bukan karena kerja saya, tetapi ini direspon oleh semua pihak termasuk masyarakat umum, satuan pendidikan di Kota Jayapura, lembaga dan juga Fokompimda, ormas dan paguyuban serta TNI – Polri, “ungkap Frans Pekey.
Ia menyebutkan sekitar 7 ribu masyarakat terlibat dalam kegiatan itu.
Menyoal masih adanya sekelompok warga yang menyebut 1 Mei adalah hari aneksasi Indonesia terhadap Papua, hal itu menurutnya bukan barang baru, tetapi sudah lama dipersoalkan.
“Tetapi supaya kita ketahui bahwa secara de jure dan de facto, bahwa hukum nasional, internasional sudah mencatat bahwa Papua bagian dari NKRI, sudah final. Karena itu saya mengajak orang Papua janganlah kita sia-siakan kesempatan, peluang yang diberikan negara berupa kebijakan khusus, afermasi, pemberdayaan, jangan kita sia-siakan, karena tidak pernah terjadi negara di dunia ini sebaik apa yang kita terima, Papua dan Aceh. Mari kita kembali bangun Papua bersama-sama saudara kita sebangsa dan setanah air untuk membangun bersama memajukan Kota Jayapura,” tutupnya. **














