Belum Ada Patung Boaz Solossa, Papua Gagal Menghormati Legenda Sepak Bola

Ketua BDC Persipura 1963 Jansen Previdea Kareth (kiri) berpose bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat menghadiri pertemuan pembahasan kasus Stadion Kanjuruhan di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Kerinduan publik Papua akan patung Boaz Solossa tak kunjung terjawab. Pemerintah daerah dan manajemen Persipura Jayapura dinilai belum memberi penghormatan simbolik bagi legenda Mutiara Hitam tersebut.

Kritik keras itu disampaikan Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth di Jayapura, Senin (5/1/2026).

Jansen mendesak pemerintah daerah dan manajemen Persipura Jayapura berhenti saling menunggu dan segera mengambil langkah konkret.

Menurut Jansen, Boaz Solossa adalah simbol sejarah, loyalitas, serta harga diri dan martabat orang Papua.
“Boaz itu legenda hidup sepak bola Papua. Prestasinya dan pengabdiannya nyata dan hampir seluruh karier profesional Boaz diabdikan untuk Persipura Jayapura, tapi hingga kini penghormatan terhadap jasanya belum sebanding.

Jansen menilai, pembangunan patung Boaz penting untuk menjaga identitas Papua sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda tentang loyalitas dan perjuangan seorang Boaz.

“Patung Boaz harus dibangun sekarang. Kami akan terus mengawal sampai ada kejelasan,” tegas Jansen. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *