Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside. com, MERAUKE—Bawaslu Provinsi Papua menyoroti terlambatnya distribusi logistik pada Pilkada 2020 di Kabupaten Yahukimo, akibat kelalaian yang dilakukan oleh KPU setempat.
Demikian disampaikan Anggota Bawaslu Papua, Ronald Manoach dari Dekai, ibukota Yahukimo, Rabu (09/12/2020).
Ia menyebutkan keterlambatan distribusi logistik Pilkada itu lantaran menunggu formulir C hasil hologram.
“Hasil rapat semalam, ternyata dari pihak ketiga sudah booking armada sejak tanggal 2 Desember lalu, tapi lantaran masih ada yang kurang logistiknya, sehingga terjadi pergeseran jadwal,” kata Ronald.
“Tentunya pergeseran jadwal tersebut berimbas juga pada armada yang juga telah terjadwal, untuk penerbangan di wilayah lain,” ungkapnya.
Namun demikian, terangnya, pendistribusian logistik, untuk 32 distrik sedang diupayakan pagi ini.
“Jadi pagi ini ada tambahan 2 armada dari Timika, sekarang sedang stand by untuk pendistribusian,” katanya.
Dikatakan, persoalan terhambatnya distribusi logistik di Yahukimo merupakan masalah klasik yang terus berulang. Hal ini menjadi catatan tersendiri Bawaslu terhadap kinerja KPU, agar dapat berbenah dan lebih bertanggungjawab.
Ia menegaskan, ini catatan untuk KPU tak boleh terjadi keterlambatan distribusi logistik, karena sudah terjadi berulang kali. Ini agenda nasional melibatkan banyak orang dampaknya itu nanti ada efek domino.
“Jadi kita harapkan KPU bisa mengevaluasi masalah distribusi logistik ini,” ucapnya.
Soal potensi pemungutan suara susulan, terangnya, pihaknya masih terus melakukan pengawasan, untuk distribusi logistik tersebut.
“Memang maskapai menyanggupi semua logistik dapat diselesaikan hari ini, tapi masalah ini tetap menjadi catatan khusus Bawaslu,” pungkasnya. **














