Barnabas Hisage dan Isemina Mabel Resmi Suami Istri, GIDI Dorong Pernikahan Kudus

Kedua pengantin Ev. Barnabas Hisage, STh dan Isemina Mabel, SKm, berpose bersama BPP GIDI. (Foto: Dok/GIDI)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI–Ev. Barnabas Hisage, STh (Bas) Putra dari Bapak Habel Hisage dan Ibu Belina Itlay dengan Isemina Mabel, SKm (Mina) Putri dari Bapak Izaskar Mabel (Almarhum) dan Ibu Penina Endama resmi menjadi pasangan suami istri, setelah melangsungkan upacara pemberkatan pernikahan kudus.

Pemberkatan pernikahan  oleh Pdt.  Pilemon Padalappa di Jemaat GIDI Gratia, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (4/11/2023) pukul 09.00 WIT.

Dilanjutkan, resepsi atau ramah tamah untuk memberikan kesempatan kepada keluarga, pimpinan gereja, jemaat, sahabat, mitra kerja dan lain-lain, untuk berbahagia bersama kedua pengantin di Aula STAKIN, Sentani, Jayapura, Papua pukul 14.00 WIT.

Resepsi diselingi prosesi pemotongan kue pengantin, dipandu Ny. Elce Ladiawa, istri dari Pdt. Pilemon Padalappa.

Berikutnya, kedua pengantin menggelar acara budaya keluarga bersama kedua suku, yakni suku Walak tempat asal Mina dan Suku Hupla Wamena tempat asal Bas di kediaman keluarga di Pos 7 Sentani pukul 19.00 WIT.

Kedua pengantin Ev. Barnabas Hisage, STh dan Isemina Mabel, SKm, ketika prosesi pemotongan kue pengantin, dipandu Ny. Elce Ladiawa. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Bas dari Gereja KINGMI di Tanah Papua adalah Alumni Program Studi Kependetaan pada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walter Post, Sentani.

Sedangkan Mina dari GIDI adalah Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

President GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, usai resepsi menyampaikan kesan bahwa pernikahan Bas dengan Mina adalah suatu pernikahan kudus, yang ikut disaksikan Tuhan.

Dorman menjelaskan, GIDI terus berupaya mendorong semua jemaat, untuk melangsungkan pernikahan kudus.

“Mari pemuda-pemudi generasi hari ini hendaknya menjaga kekudusan dan menjaga kesaksian hidup yang baik, untuk mewujudkan pernikahan kudus seperti ini yang tentu sangat menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, pengantin wanita adalah salah satu jemaat yang sangat aktif dalam GIDI. Sedangkan pengantin pria adalah seorang pendeta.

Isemina Mabel, SKm, ketika menyuap kue pengantin kepada ibunya. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

“Saya melihat kedua pengantin memiliki kesaksian hidup yang luar biasa, untuk melayani Tuhan. Akhirnya semua jemaat tergerak, berpartisipasi dan bergotong royong, untuk melancarkan dan mensukseskan upacara pemberkatan pernikahan yang kudus ini. Saya rasa bahwa kesaksian yang baik ini mesti terus dipertahankan di Papua,” ucapnya.

Dorman menuturkan,  pernikahan kudus adalah warisan semua gereja di Tanah Papua, baik  GIDI,  Babtis, KINGMI dan GKI di Tanah Papua, karena pernikahan kudus itu akan melahirkan anak-anak dan pemimpin pemimpin yang takut Tuhan.

“Jika orang tua punya prilaku dan moral yang baik, maka anak-anak  juga akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang bagus kedepan,” terangnya.

Dorman menghimbau kepada jemaat kedepan bahwa pernikahan kudus Bas dengan Mina adalah  pelajaran hidip yang bagus, untuk generasi muda.

Karena itu, tambahnya, kedepan gereja perlu memfasilitasi seminar-seminar khusus untuk generasi muda dan pembinaan komunitas pemuda dan lain-lain.

“Kegiatan ini suatu yang sangat penting, agar mereka dapat melaksanakan pernikahan kudus, sebagaimana yang telah dibuat Bas dan Mina,” tandas Dorman. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *