Antusiasme 170 Warga Puncak Jaya Jalani Serbuan Vaksinasi Covid-19

Seorang warga menerima vaksinasi Covid-19 tahap I di Puskesmas Mulia, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAnside.com, MULIA—Sebanyak 170 warga di wilayah Kodim 1714/Puncak Jaya, antusias menjalani program serbuan vaksinasi nasional Covid-19 tahap I di  Puskesmas Mulia, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu  (3/7/2021).

Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah SIP, MSI, didampingi Wakapolres Puncak Jaya Kompol Iriyanto Jhon, SH melalui siaran pers mengatakan vaksinasi Covid-19 tahap I ini melalui 4 tahapan, pertama melakukan pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan riwayat penyakit, lalu proses penyuntikan vaksin dan terakhir menjalani observasi selama 30 menit untuk melihat gejala klinis setelah vaksinasi.

Perwira Seksi Teritorial Kodim 1714/Puncak Jaya, Kapten Inf Indra Siswanto menjelaskan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Puncak Jaya bersinergi menyelenggarakan kegiatan vaksinasi nasional sebanyak 3.000 vaksin dan jumlah vaksin yang disiapkan untuk pelaksanaan vaksinasi nasional pemula/fase pertama sebanyak 749 vaksin, yang diperuntukkan TNI/Polri dengan jumlah keseluruhan peserta.

“Kemudian hari ini vaksinasi diperuntukkan masyarakat secara bertahap sesuai rencana, yang telah di buat Dinas Kesehatan Puncak Jaya,” jelas Indra Siswanto.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama dapat berjalan dengan lancar, namun dikarenakan pada tanggal 4 Juli 2021 ada ibadah minggu, sehingga akan dilanjutkan 5 Juli 2021.

“Kepada seluruh lapisan mayarakat, vaksinasi dapat mencegah penularan virus dan bila kita terkena virus Covid-19, kita pun tak akan mengalami penyakit yang parah, karena itu, lebih baik kita divaksin daripada tidak sama sekali, mari kita dukung vaksinasi Covid-19,” himbaunya.

Salah- satu peserta vaksinasi, Robert Sawaki, setelah menjalani seluruh proses tahapan vaksinasi menyampaikan telah menerima suntikan vaksinasi dan observasi 30 menit.

“Saya tak merasakan efek samping apa pun,” ucap Robert. **