Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Brand perawatan rambut keriting asal Papua, Papua’s Best Curly, mencuri hati pengunjung pada instalasi budaya “Noken Diversity—Keberagaman Noken” di Djuang Home Ground Jayapura, Sabtu (29/11/2025) malam.
Acara yang digagas Ki Basic bersama Indonesia Art Movement ini menghadirkan instalasi seni, workshop merajut benang, pasar lokal, dan kelas pengenalan budaya noken Namblong. Sejumlah brand kreatif ikut serta, seperti Lot Ta Project, Wadomu Art, dan Rumah Talikat.
Owner Papua’s Best Curly, Giofanni Leilani Magrit Aupe, menyampaikan bahwa brand ini lahir untuk memberdayakan perempuan Papua melalui pemanfaatan bahan lokal.
“Bahan utama seperti alpukat mentega kami peroleh dari kebun masyarakat di Wamena, sementara rempah-rempah dipasok dari luar Papua sebagai pendukung formulasi,” ujarnya.

Produk perawatan rambut Papua’s Best Curly dipamerkan dalam ajang Noken Diversity di Djuang Home Ground Jayapura, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Papua’s Best Curly)
Produk Papua’s Best Curly dikemas dalam pouch isi ulang dan dibungkus noken buatan mama-mama Kampung Namblong. Seluruh produk seperti Avocado Oil, Castor Oil, Hair Tonic Herbal, Hair Growth Serum, dan Shampoo Herbal menggunakan bahan baku 100 persen natural dan bebas paraben, sulfat, serta silikon.
Magrit menjelaskan, nama Papua’s Best Curly dipilih, karena masyarakat Papua memiliki tipe rambut keriting yang beragam.
“Produk kami efektif mengatasi kerontokan dan ketombe, sekaligus merangsang pertumbuhan rambut. Aman untuk semua usia, termasuk ibu hamil,” katanya.
Berdiri sejak 2022, Papua’s Best Curly mulai aktif mengikuti pameran di Timika dan Sorong dan tengah melebarkan jangkauan hingga luar Papua.
“Kami ingin Papua’s Best Curly dikenal lebih luas, dari Jayapura, Papua hingga nasional dan internasional,” tambah Magrit.
Melalui inovasi ini, Papua’s Best Curly berharap budaya Papua dapat terus hidup berdampingan dengan produk modern sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. **














