Aktivitas Warga Oksibil Normal Pasca KKB Bakar Rumah Dinas DPRD dan Kios

Warga Kota Oksibil Ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang beraktivitas seperti biasa setelah terjadi serentetan aksi KKB termasuk membakar rumah dan kios warga. (foto: Satgas Damai Cartenz 2023)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAInside. Id, JAYAPURA – Situasi Kamtibmas di Kota Oksibil, Pegunungan Bintang saat ini masih aman dan terkendali. Polisi menyatakan, aktivitas masyarakat, Kamis (21/9/2023) har ini  berjalan normal.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Mohamad Dafi Bastomi, mengatakan bahwa secara umum situasi di Pegunungan Bintang sudah terkendali.

“Ya, aparat TNI maupun Polri masih melakukan patroli dan berjaga-jaga, mengantisipasi gangguan-gangguan KKB yang mungkin terjadi,” kata Mohammad Dafi dalam keterangannya, Kamis (21/9/2023).

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023, AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan, aktivitas masyarakat di Kota Oksibil berjalan seperti biasanya.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima  laporan terkait dengan adanya masyarakat yang mengungsi.

Satgas Damai Cartenz pun menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tentang pengungsian itu tidak benar.  “Tidak ada masyarakat yang mengungsi, ” tambah Kasatgas Damai Cartenz.

Sementara, pada Rabu (20/9/2023) kemarin. KKB diketahui kembali melakukan pembakaran rumah warga di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon.

Hal ini disampaikan Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol. Inf. Johanis Parinussa  dalam kesempatan berbeda.

Pembakaran diduga dilakukan KKB yang sama yakni Kodap 35 Bintang Timur. “Pembakaran satu unit bangunan rumah dinas DPRD yang belum ditempati dan dua unit kios milik masyarakat.  Diduga dilakukan  Kelompok Separatis Teroris (KST) Kodap XXXV Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin (Pangkodap XXXV Bintang Timur), ” jelas Kapemdam.

Kata dia, aksi KST tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan bertujuan agar perekonomian di wilayah Pegunungan Bintang tidak berjalan.

TNI Polri akan bertindak tegas dengan penegakan hukum terhadap aksi KST,” tutupnya.

Sebelumnya, kelompok ini diketahui melakukan serangkaian aksi tero, dari penembakan anggota Satgas Damai Cartenz, penembakan 2 masyarakat Sipil, pembakaran pasar dan 7 kios hingga penembakan dan pembacakon satu anggota ASN Satpol PP. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *