Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com,WAMENA – Terkait rencana aksi demo yang rencananya akan digelar pada Jumat 29 Juli 2022 di halaman gedung DPRD Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman S Napitupulu menegaskan bahwa pihaknya belum dapat mengijinkan adanya aksi-aksi demo.
Dikarenakan insiden patahnya tiang bendera yang terjadi di halaman gedung DPRD Jayawijaya beberapa waktu lalu dalam aksi demo penolakan DOB yang digelar.
“Kami masih menolak permohonan pelaksanaan aksi demo. Bendera merupakan lambang negara, sehingga kami menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi demo agar hal tersebut tidak kembali terulang,” ungkapnya, Kamis (28/02/2022).
Sementara itu, terkait dengan diamankannya 35 orang yang saat itu kedapatan membagikan selebaran berupa seruan untuk aksi demo pada 29 Juli dikarenakan adanya laporan dari warga yang merasa resah dan takut.
“Karena laporan masyarakat maka kami dari Polres Jayawijaya mencoba untuk mempertanyakan maksud dan tujuan dari pembagian selebaran itu. Tujuan kita untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat di Jayawijaya,” jelasnya.
Menurutnya ketakutan warga masyarakat dikarenakan rasa trauma akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena tahun 2019 lalu.
“Intinya kita tidak ijinkan untuk melakukan aksi demo di Jayawijaya,” tegasnya.
Lanjut kapolres, sebagai langkah pengamanan maka pihaknya akan melakukan pengamanan di titik-titik pengumpulan masa untuk memberikan keamanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Namene Elopere Korlap Umum Petisi Rakyat Papua mengungkapkan bahwa ke 35 orang simpatisan PRP tersebut telah dipulangkan oleh pihak kepolisian.
“Saya sebagai korlap umum hadir di Polres Jayawijaya berkomunikasi aktif dengan pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta kepolisian Jayawijaya sehingga pukul 16.45 sore kami dipulangkan secara utuh dan aman,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan aksi demo seperti rencana awal, namun pihaknya tetap akan menyampaikan aspirasi ke DPRD melalui perwakilan.
“Kami korlap umum122 organisasi sekber se-Lapago yang tergabung dalam PRP menyampaikan bahwa pada tanggal 29 hari Jumat kami tidak melakukan demo damai besar-besaran. Dengan demikian kami tetap akan menyampaikan aspirasi rakyat melalui perwakilan utusan wilayah adat masing-masing di DPRD Jayawijaya dan Pemda Jayawijaya.
“Saya korlap umum menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan dapat melakukan aktifitas seperti biasa,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk menjaga kamtibmas maka akan digelar apel gabungan baik aparat Polres Jayawijaya, BKO Brimob, TNI, dan instansi terkait lainnya. **














