Oleh: Vina Rumbewas |
papuanside.com, WAMENA – Tercacat sebanyak 1025 warga dari Yalimo yang saat ini mengungsi dan ditampung di Gedung Tongkonan IKT Wamena, Jayawijaya.
Rombongan tiba di Wamena pada Senin (05/07/2021) malam dan langsung ditempatkan di gedung Tongkonan di Jalan Irian Atas Kota Wamena. Sebagian juga telah dievakuasi ke Jayapura lewat udara.
“Yang dievakuasi lewat darat 997 orang, sedangkan yang masuk di penampungan kami ini 737 orang, dan yang langsung ke keluarganya di Wamena sekitar 260 orang,” ungkap Edie Rante Tasak Ketua IKT Provinsi Papua.
Menurutnya, dari 1025 warga yang mengungsi ke Wamena sebagian sudah dievakuasi ke Jayapura melalui udara dan sebagian sudah kembali ke keluarganya yang ada di Wamena.
Menurutnya, selain warga IKT gedung Tongkonan ini juga menampung warga dari beberapa paguyuban yang rumah dan tempat usahanya ikut hangus terbakar saat rusuh di kota Elelim.
“Yang masuk di Tongkonan ini bukan hanya orang toraja tetapi semua paguyuban masuk dahulu di sini, kami data dan berikan mereka makan, istirahat, setelah itu ada yang kembali ke keluarganya atau paguyubannya,” jelasnya.
Lanjutnya, sementara sebagian warga yang masih menempati gedung Tongkonan adalah warga yang tidak punya paguyuban dan keluarga di Wamena, sementara warga Toraja pada umumnya telah kembali ke keluarga masing-masing yang ada di Wamena.
“Kami tidak bisa memprediksi masalah konflik di sana, yang kami lakukan kemanusiaan. Kami evakuasi warga karena rata-rata mereka sudah tidak punya tempat tinggal atau lahan usaha,” jelasnya.
Evakuasi ribuan pengungsi ini dilakukan IKT berkoordinasi dengan aparat keamanan, dan lebih dimudahkan lagi saat kunjungan Kapolda Papua ke Yalimo.
“Kami berterimakasih kepada masyarakat Yalimo yang memberikan ruang kepada masyarakat kami untuk kembali ke Wamena beristirahat sementara sampai situasi di Yalimo kembali kondusif,” ujarnya.
Lanjutnya, masih ada kemungkinan warga yang mengungsi ini kembali ke Yalimo karena masih ada lahan usaha di sana.
Ia juga membeberkan bahwa hingga diungsikan ke Wamena para warga belum mendapatkan bantuan dari pemda Yalimo.
“Mohon maaf, sampai detik ini belum ada bantuan karena mungkin situasi Yalimo belum kondusif. Semuanya ini adalah swadaya masyarakat, baik bama maupun pakaian dan kebutuhan lain semua swadaya warga IKT,” katanya.
Masih lanjut Edi Rante, gedung Tongkonan akan tetap dibuka, IKT dan beberapa paguyuban juga akan memfasilitas setiap warga yang hendak kembali ke kampung halamannya.
“Mereka kami tampung sampai kapanpun, kami akan tetap berkoodinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah untuk bantuan transportasi itu mereka kembali ke kampung halaman bagi yang ingin kembali,” pungkasnya. **














