Pacquiao-Marquez Jilid Kelima Akankah Terealisasi di 2025?

Juan Manuel Marquez berhasil memukul KO Manny Pacquiao, saat tersisa satu detik di ronde keenam dalam pertarungan jilid keempat di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 8 Desember 2012 silam. (Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

JUAN Manuel Marquez (Mexico) berhasil memukul KO Manny Pacquiao (Philipina), saat tersisa satu detik di ronde keenam dalam pertarungan jilid keempat di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 8 Desember 2012 silam.

Marquez dalam ruang pukul yang sempit berhasil melepaskan hook kanan mendarat telak persis di wajah Pacquiao. El Pacman julukan Pacquiao pun terpaksa mencium kanvas dalam posisi yang tak biasa, yakni tengkurap.

Jinkee, istri Pacquiao yang menyaksikan di ring side tak kuasa membendung emosinya. Ia beranjak dari tempat duduknya menuju ring, untuk memastikan kondisi suaminya. Pacquiao sempat siuman. Jinke pun berteriak histeris.

Sementara itu, Marquez merayakan kemenangan dengan berlari sambil mengepalkan tangannya. Marquez menari diatas ring. Publik Mexico pun mengelu-elukan pahlawan mereka sembari mengucapkan ini: muchas gracias.

Sebelumnya, Marquez memukul jatuh Pacquiao melalui long hook kiri keras

Sukses Marquez tak terlepas dari strategi Nacho Beristain, Pelatih Juan Manuel Marquez, yang berdiri di sudut ring. Nacho belajar dari tiga kali pertarungan Pacquiao selalu mendominasi.

Nacho juga paham kalau main jarak dekat rasanya sulit mengalahkan Pacquiao, yang punya catatan rekor gemilang 82 72 69 KO. Sedangkan Marquez 56-7 40 KO.

Inilah instruksi Nacho kepada Marquez: Giring dia ke ke sudut ring di saat clinch lepaskan pukulan dan jatuhkan dia. Strategi ini ternyata ampuh membuat Pacquiao lumpuh.  

Setelah pertarungan jilid keempat, kemudian muncul wacana untuk menghadapkan kedua petinju untuk kelima kalinya. Promotor Pacquiao, Bob Arum dari Top Rank, menyediakan bayaran jutaan dolar AS.

Mantan juara dunia empat kelas, ditawari bayaran fantastis US$100 juta atau setara Rp 1,3 triliun untuk bertarung melawan Pacquiao jilid kelima.

Namun Marquez menolaknya bukan lantaran masalah duit. Tapi Boxer berjulukan “Dinamita” itu ingin kemenangan atas Pacquiao tak ternoda.

Tak hanya itu, terbesit pula isu dibaliknya, Marquez kwatir ia dicurangi sebagaimana sering terjadi di ring tinju profesional.

Bahkan istrinya Erika Marquez meminta suaminya pensiun dan gantung sarung tinju.    

Alhasil, Marquez pun mengumumkan pensiun dari dunia adu jotos ini pada 2017 atau tepat lima tahun kemenangan sensasional tersebut.

Inilah review pertarungan Marquez dan Pacquiao. Pertarungan jilid pertama Marquez dan Pacquiao terjadi tahun 2004 di kelas bulu. Marquez berhasil bangkit, setelah tiga kali tersungkur pada ronde pertama. Laga ini kemudian berakhir kontroversial, lantaran hasilnya dinyatakan seri.

Pertarungan jilid kedua digelar 2008 masih di kelas bulu. Pacquiao keluar sebagai pemenang dengan selisih angka tipis. Sementara pada pertarungan jilid ketiga, tahun 2011, Pacquiao menang angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde. Namun, banyak pengamat menyebut hasil pertarungan ini kontroversial.

Pertararungan jilid keempat tahun 2012 diwarnai terjerembabnya kedua petinju di lantai. Marquez menyelesaikan pertarungan ini dalam enam ronde dan menorehkan kemenangan ke-55 kali.

Publik tinju pun dibuat penasaran ingin menyaksikan siapakah pertarung sejati Pacquiao ataukah Marquez?

Namun akankah Marquez mengurungkan niatnya pensiun dan come back?

Pertarungan jilid kelima Pacquiao- Marquez sejatinya ditunggu-tunggu publik tinju sejagat raya. Namun pertarungan itu akankah terealisasi di tahun 2025? **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *