news  

Bappeda Tolikara Rampungkan Musrenbang Tingkat Distrik

Kepala Bappeda Kabupaten Tolikara Muflih Musaah menghadiri pelaksaan Musrenbang tingkat distrik di Kabupaten Tolikara. Foto: istimewa)

Oleh: Nethy DS | PAPUAInside.com, KARUBAGA— Kepala Bappeda Kabupaten Tolikara Muflih Musaad mengingatkan seluruh kepala distrik di Tolikara agar setiap kegiatan pembangunan yang diprogramkan melalui Musrenbang agar berbasis pada kebutuhan bukan keinginan.

Penekanan tersebut disampaikan Muflih saat berlangsung Musrenbang tingkat distrik pertengahan Maret 2020 lalu.

Dalam rilis yang diterima PAPUAInside.com, dituliskan kegiatan Musrenbang dilaksanakan dua tahap  di empat tempat, tahap I berpusat di Distrik Karubaga dan Distrik Kanggime pada 18 Maret 2020 dan tahap II dipusatkan di Distrik Kembu dan Bokondini  pada 20  Maret 2020.

Secara  prosedural kata Muflih, pelaksanaan asistensi Musrenbang ini merupakan implementasi dari amanah Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004  dan Permendagri Nomo 86  Tahun 2017. Sementara  dari sisi  substansi, kegiatan ini adalah wujud dari perencanaan partisipatif untuk menyerap aspirasi dan sekaligus mendeteksi berbagai ragam permasalahan pembangunan di tingkat kampung.

Suasana pelaksaan Musrenbang tingkat Distrik di Kabupaten Tolikara. Dihadiri langsung Kepala Bappeda Tolikara Muflih Musaad. (foto: istimewa)

Musrenbang diikuti seluruh kepala kampung dan kepala distrik. ‘’Kehadiran para kepala distrik, kepala kampung dan seluruh stakeholders bermakna bahwa sesungguhnya kita semua secara bersama-sama sedang memulai merencanakan dan merumuskan kebijakan pembangunan Tolikara  Tahun 2021. Oleh karenanya manfaatkanlah forum ini dengan sebaik-baiknya,’’ pesannya.

Para kepala kampung kata Muflih adalah garda terdepan dalam perencanaan pembangunan di kampung masing-masing.

‘’Saudara-saudara yang hadir hari ini khusunya para kepala kampung adalah  garda terdepan dari unit pemerintahan terendah dan bersama stakeholders lainnya duduk bersama menentukan perencanaan pembangunan kedepan. Oleh karena itu saya tekankan bahwa semua program kegiatan yang diusulkan harus benar benar berbasis pada kebutuan bukan keinginan. Dengan begitu maka perencanaan pembangunan yang  nantinya kita rumuskan dalam RKPD Tahun 2021 benar-benar  mencerminkan aspirasi, prioritas dan sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan masyarakat,’’ pesannya.

Diingatkan Muflih, bahwa program/kegiatan yang diusulkan oleh masing-masing kampung belum tentu semuanya dapat diakomodir di APBD 2021. Semua  program/kegiatan yang diusulkan akan didorong melalui 4 (empat) skema penganggaran yakni APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN  dan Dana Desa. Oleh karena itu usulkanlah program/kegiatan yang benar-benar menjadi skala prioritas  sehingga nantinya dapat diperjuangkan juga forum perencanaan tingkat provinsi dan nasional.

Disela-sela kegiatan Musrenbang, Bappeda Tolikara menghadirkan para dokter dan perawat untuk memberikan sosialisasi kepada peserta tentang langkah-langkah pencegahan virus corona dan  pentingnya menerapkan budaya hidup bersih dan sehat  bagi masyarakat. **