Liga 4 Papua Pegunungan Segera Bergulir, Persiapan Capai 90 Persen

Sejumlah tim peserta Liga 4 Papua Pegunungan tiba di Bandara Wamena, Papua Pegunungan, jelang pelaksanaan kompetisi musim kedua 2025/2026. (Foto: Istimewa)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Liga 4 Papua Pegunungan dipastikan segera bergulir dengan persiapan yang hampir rampung. Hingga saat ini, sebanyak 12 klub telah mendaftar dan menyelesaikan tahapan administrasi awal melalui Sistem Informasi Administrasi PSCC, serta bersiap mengikuti pendaftaran langsung di Stadion Pendidikan Wamena, Papua Pegunungan.

Sekretaris PSSI Provinsi Papua Pegunungan Jhon Purun mengatakan, panitia pelaksana telah menuntaskan sekitar 90 persen persiapan, baik dari sisi administrasi maupun pekerjaan fisik.

“Panpel sudah sekitar 90 persen kami selesaikan, baik dari sisi teknis administrasi maupun pekerjaan fisik. Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan dinas terkait, RRI, serta aparat keamanan dari batalyon, polres, dan TNI,” kata Jhon Purun dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, pendaftaran klub dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah pendaftaran administrasi secara daring melalui Sistem Informasi Administrasi PSCC, yakni platform resmi PSSI untuk pendataan dan verifikasi klub, pemain, serta ofisial. Tahap berikutnya adalah pendaftaran langsung di Stadion Pendidikan Wamena untuk verifikasi akhir oleh panitia pelaksana. Penetapan klub sebagai peserta resmi akan dilakukan setelah seluruh proses tersebut dinyatakan tuntas.

Sejumlah tukang tengah mempersiapkan Stadion Pendidikan Wamena sebagai tuan rumah musim kedua Liga 4 Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa)

Jhon menambahkan, pada 2025 Liga 4 Papua Pegunungan mendapat pengakuan sebagai salah satu liga terbaik di Indonesia dari total 38 provinsi. Sementara itu, pada musim 2025–2026, delapan provinsi telah lebih dulu menggelar Liga 4, meski sejumlah insiden di beberapa daerah menjadi perhatian khusus PSSI.

Karena itu, PSSI menegaskan penerapan sanksi tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran selama kompetisi berlangsung.

“Pemain yang melakukan diskriminasi atau tindakan kasar akan dicabut haknya dan tidak bisa bermain seumur hidup. Klub yang menimbulkan kekacauan juga akan langsung dicabut keanggotaannya dari PSSI,” ujar Jhon.

Ia menegaskan, Liga 4 Papua Pegunungan harus menjadi ajang kebersamaan yang menjunjung tinggi keamanan dan kenyamanan semua pihak.

“Liga ini bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan, keamanan, dan kenyamanan semua orang. Mari hadir di stadion dengan tertib, tanpa rasisme, dan menjadikan sepak bola sebagai kebanggaan Papua Pegunungan,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *