Bupati Spei Bidana:  Penerbangan Perintis Layani 10 Distrik di Pegunungan Bintang

Mulai 2 Februari 2026 10 distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang dilayani pesawat perintis, kerjasama dengan maskapai AMA. (foto: ist)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL– Masyarakat Pegunungan Bintang (Pegubin) kini memiliki harapan baru dalam hal aksesibilitas dan peningkatan ekonomi dengan hadirnya program penerbangan perintis bersubsidi rute Sentani ke 10 distrik di wilayah tersebut. Program ini merupakan hasil lobi intensif Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST.M.Si, kepada Kementerian Perhubungan, yang kini terwujud melalui kerjasama dengan PT Associated Mission Aviation (AMA). Penerbangan perdana dijadwalkan akan mengudara pada Senin, 2 Februari 2026, menandai era baru konektivitas udara di Pegubin.

Bupati Spei Yan Bidana, dalam keterangan persnya, menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi tantangan geografis yang selama ini menghambat pembangunan di Pegubin. “Selama ini, akses transportasi menjadi kendala utama bagi masyarakat kami. Dengan adanya program penerbangan perintis bersubsidi ini, kami berharap dapat membuka isolasi wilayah dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor,” ujar bupati.

Bupati menjelaskan bahwa subsidi untuk penerbangan perintis ini bersumber dari APBN, yang dialokasikan melalui Dinas Perhubungan dan UPBU Pegubin. “Ini adalah bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan di daerah-daerah terpencil seperti Pegubin,” tambahnya.

Rute penerbangan perintis bersubsidi ini akan menjangkau 10 lapangan terbang yang tersebar di seluruh wilayah Pegubin, meliputi: Sentani-Abmisibil, Kiwirok, Aboy, Teraplu, Diphikin, Tauban/Weime, Borme, Luban, Bime, dan Batom. Dengan demikian, masyarakat di distrik-distrik tersebut akan lebih mudah mengakses berbagai layanan publik, seperti kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan.

“Kami berharap dengan adanya penerbangan perintis ini, masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu berhari-hari untuk melakukan perjalanan ke Oksibil atau Sentani. Ini akan sangat membantu mereka dalam mengakses pelayanan kesehatan, mengurus administrasi, atau mengirimkan hasil bumi ke pasar,” tutur Bupati Spei Yan Bidana.

Selain itu, Bupati juga menekankan bahwa program penerbangan perintis bersubsidi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Pegubin. Dengan semakin mudahnya transportasi barang dan jasa, diharapkan harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil, serta potensi sektor pariwisata dapat dikembangkan.

“Kami memiliki potensi wisata alam yang luar biasa di Pegubin, namun selama ini sulit dijangkau karena masalah transportasi. Dengan adanya penerbangan perintis ini, kami berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Bupati.

Sementara itu,  Kepala Bidang Udara Dinas Perhubungan dan UPBU Pegubin, Salmon Alwolka, ST, menambahkan bahwa program penerbangan perintis bersubsidi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat di Pegubin. “Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan, dan mereka semua menyambut baik program ini,” ujarnya.

Salmon Alwolka juga menjelaskan bahwa Pemda Pegubin telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran program penerbangan perintis bersubsidi ini. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan, PT AMA, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan bahwa semua berjalan sesuai dengan rencana,” tuturnya.

Selain itu, Pemda Pegubin juga telah melakukan peningkatan fasilitas di 10 lapangan terbang yang akan dilayani oleh penerbangan perintis bersubsidi. “Kami telah melakukan perpanjangan landasan pacu, pembangunan terminal penumpang, dan pengadaan fasilitas keselamatan penerbangan,” jelas Salmon Alwolka.

Salmon Alwolka juga menyampaikan bahwa pada hari Jumat, 30 Januari 2026, telah dilakukan penerbangan perdana subsidi angkutan penumpang di Distrik Okbibab, yang dihadiri oleh Direktur PT AMA, Kabandara Oksibil, dan masyarakat Distrik Okbibab. “Ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mewujudkan program penerbangan perintis bersubsidi ini,” pungkasnya.

Dengan hadirnya program penerbangan perintis bersubsidi ini, masyarakat Pegunungan Bintang berharap dapat merasakan dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Konektivitas udara yang semakin baik diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. ** (Aquino N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *