PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Jeni Linthin, SH.,M.Si, didampingi para asisten, memberikan arahan tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam apel pagi perdana, Senin (26/01/2026) terkait pentingnya akuntabilitas dan pemahaman mendalam terhadap program Otonomi Khusus (Otsus) agar pelaksanaan pembangunan daerah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Sekda Jeni Linthin menyoroti kesalahan yang terjadi di tahun sebelumnya, di mana banyak OPD hanya mengutus kasubag program yang kurang memahami substansi program Otsus, sehingga menimbulkan masalah saat evaluasi di Jayapura.
“Kuncinya ada di bapak ibu OPD. Kita tidak boleh lagi hanya mengutus kasubag program. Dia itu cuma menginput, kepala bidang atau pimpinan OPD harus terlibat langsung dalam penyusunan Rencana Aksi Program (RAP) dan memahami setiap detail kegiatan ” tegas Sekda.
Sekda juga mengingatkan agar OPD tidak menyalahkan pihak lain jika alokasi anggaran yang diterima tidak sesuai dengan harapan. “Kamu yang usul seperti itu, jadi jangan salahkan lagi apa masuk program,” ujarnya.
Juga menyoroti adanya OPD yang melakukan kesalahan dalam pencairan Uang Persediaan Ganti Uang (UPGU) karena salah peruntukan atau salah input, sehingga harus menunggu pergeseran anggaran di bulan Februari.
Terkait struktur organisasi, Sekda meminta agar OPD membawa usulan penambahan atau pengurangan struktur ke BKD dan Keortala untuk dibahas bersama. “Itu tidak bisa tambah-tambah tanpa kita ikuti tahapan. Nanti ada pendobelan fungsi di OPD lain,” jelasnya.
Sekda juga menekankan pentingnya efisiensi struktur organisasi agar anggaran yang ada dapat dialokasikan secara optimal untuk program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
‘’Saya juga meminta agar OPD memasukkan staf yang kompeten dalam grup penyerapan Sistem Informasi Umum dan Pengadaan (SIUP) agar monitoring dapat dilakukan secara berkala. Ia menargetkan agar seluruh OPD telah mengunggah data penyerapan SIUP hingga tanggal 31 Januari,’’ pesannya.
Selain itu, Sekda meminta agar OPD mendata staf yang masih tercatat sebagai ASN Pegubin namun bekerja di tempat lain. “Pulang dan lihat mana staf yang sudah kerja di kabupaten lain, sekarang urus pindahnya. Jangan kasih banyak-banyak asisten di sini,” tegasnya.
Apel pagi perdana ini dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Pegunungan Bintang.** (Aquino N)














