Owen Rahadian Dinilai Layak Dinobatkan sebagai Anak Adat Papua

Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth. (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadian, dinilai menunjukkan dedikasi, ketulusan, dan kepedulian nyata dalam mendampingi Mutiara Hitam sepanjang kompetisi Liga 2 Championship 2025/2026.

Penilaian itu menguat seiring peran aktif Owen yang dinilai tak sekadar menjalankan fungsi manajerial, melainkan hadir sebagai bagian penting dari perjuangan Persipura di tengah situasi kompetisi yang menantang. Bahkan, apabila Persipura mampu kembali promosi ke Liga 1 pada musim ini, masyarakat Papua dinilai layak menobatkan Owen Rahadian sebagai Anak Adat Papua, lantaran kontribusinya dianggap mengangkat martabat orang Papua di kancah sepak bola nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura 1963, Jansen Previdea Kareth, di Jayapura, Senin (19/1/2026). Menurut Jansen, kehadiran Owen Rahadian memberi makna lebih bagi perjalanan Persipura musim ini.

Owen Rahadian diumumkan sebagai Manajer Tim Persipura Jayapura oleh Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, pada Juli 2025. Keputusan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai elemen suporter, termasuk BDC Persipura 1963.

Jansen menilai Owen sebagai sosok yang patut diapresiasi karena dedikasi dan semangat juangnya dalam mendukung Persipura. Ia disebut selalu hadir mendampingi tim, baik saat berlaga di kandang maupun pertandingan tandang, meski harus meninggalkan kesibukan bisnis dan pekerjaan pribadinya di luar daerah.

Dalam keterangannya, Jansen mengutip ungkapan Pendeta Izaac Samuel Kijne, rasul bagi orang Papua, yang menyebut tanah Papua sebagai tanah yang diberkati. “Siapa pun yang bekerja dengan jujur di atas tanah ini akan mengalami tanda heran satu ke tanda heran yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingat pernyataan Ketua Umum Persipura yang menyebut Owen Rahadian sebagai “Orang Samaria yang baik hati”, yakni sosok yang hadir memberikan pertolongan ketika Persipura membutuhkan dukungan.

Menurut Jansen, Owen Rahadian merupakan pribadi yang bekerja tanpa mencari validasi atau pengakuan dari siapa pun. Komitmennya dinilai tulus dan konsisten, ditunjukkan dengan kehadiran langsung di setiap perjuangan tim.

“Beliau selalu bersama tim dan memberi dukungan langsung kepada para pemain agar tetap berjuang,” kata Jansen.

Ia menegaskan, Persipura bukan sekadar klub sepak bola, melainkan identitas masyarakat Papua. Karena itu, harapan besar disematkan agar tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut kembali ke jalur sebenarnya di Liga 1.

“Kerinduan dan harapan seluruh masyarakat Papua pencinta Persipura sedang menanti,” ujar Jansen. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *