KEPP Otsus Papua Tanggapi Kritikan Tokoh Agama

Ketua KEPP Otsus Papua Velix Wanggai. (foto: tim kerja PW)

PAPUAINSIDE.ID, JAKARTA— Ketua KEPP (Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan) Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai menanggapi kritikan tokoh agama Papua yang mendesak agar KEPP segera ke tanah Papua, tidak hanya bekerja di Jakarta karena masyarakat sedang menunggu.

Kepada media di Jakarta, Velix menegaskan, meski secara kelembagaan KEPP Otsus masih banyak beraktivitas di Jakarta  namun komite tidak tinggal diam, sejak setelah dilantik Oktober 2025 lalu, lembaga ini terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah serta tokoh-tokoh masyarakat Papua melalui berbagai saluran.

“Komite Eksekutif Papua tetap membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat selama tiga bulan ini melalui beragam cara,” ujar Velix kepada wartawan.

Ia juga menjelaskan, sejumlah pimpinan Komite Eksekutif telah lebih dahulu turun ke Papua secara individual untuk melakukan belanja masalah dan menyerap aspirasi masyarakat di berbagai wilayah.

Sebagai organisasi baru, menurut Velix, KEPP Otsus tengah mempersiapkan penguatan kelembagaan secara intensif, sembari memulai konsolidasi perencanaan kebijakan percepatan pembangunan Papua di tingkat pusat. Langkah-langkah strategis dan teknis, baik di pusat maupun di daerah, telah disiapkan dan mulai dijalankan pada Januari 2026.

Velix menegaskan, KEPP Otsus sangat terbuka terhadap aspirasi, masukan, dan kerja sama dari berbagai tokoh Papua demi menyukseskan percepatan pembangunan di enam provinsi di Tanah Papua.

Sebelumnya, Tokoh Agama dan Masyarakat Pegunungan Tengah Papua, Pendeta Dr. Yones Wenda, melontarkan kritik keras terhadap kinerja KEPP Otsus Papua yang dinilai belum maksimal sejak dilantik Presiden pada Oktober 2025.

Dalam wawancara dengan wartawan di Jayapura, Pendeta Yones menyampaikan keprihatinannya karena Komite Eksekutif Otsus Papua dinilai masih terlalu banyak beraktivitas di Jakarta dan belum turun langsung ke Tanah Papua untuk melihat serta menangani persoalan masyarakat.

“Kami mengimbau Komite Eksekutif Otsus Papua yang sudah dilantik sejak Oktober 2025, tetapi sampai sekarang belum bekerja maksimal. Kami minta sepuluh pimpinan Komite segera turun ke Papua,” tegas Yones.

Menurutnya, kehadiran langsung Komite Eksekutif Otsus sangat dinantikan masyarakat Papua karena berperan sebagai jembatan antara rakyat Papua dan pemerintah pusat.

“Jangan terlalu lama di Jakarta. Masyarakat Papua menunggu kehadiran Komite ini,” tambahnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *