Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA–Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, melantik Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan pemerintah Jayawijaya di Sasana Wio, Kantor Bupati, Jumat (19/12/2025) malam.
Kedelapan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik masing-masing Drs Tinggal Wusono, MAP (Asisten Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan, dan Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Jayawijaya).
Johanis Hendri Tetelepta, SP, MAP (Kepala Dinas Pertanian). Engelberth CHW Surabut, SE, MSi (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata). Nikolas Itlay, SKM (Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum).
Kenius Tabuni, SH (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB). Amsal Wamu, SSos (Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman). Simon Kalolik, SPd (Kepala Dinas Sosial) dan Kaleb Asso, SPd (Kepala Dinas Pendidikan).

Pejabat tinggi pimpinan pratama Pemkab Jayawijaya menandatangani berita acara pelantikan di Sasana Wio, Kantor Bupati, Jumat (19/12/2025). (Foto: Papuainside.id/RF)
Jabatan adalah Amanah
Dalam arahannya, Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, mengatakan para pejabat yang baru dilantik ini diharapkan semakin semangat dalam berkontribusi untuk pemerintahan di Jayawijaya.
“Kiranya atas kesetiaan bapak-bapak sekalian, khususnya 8 orang yang baru dilantik ini makin semangat dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan dan kemajuan organisasi pemerintahan kabupaten Jayawijaya, membantu kami dalam melaksanakan tugas-tugas di dalam bidang-bidang yang telah dipercayakan,” ungkapnya.
Kedelapan pejabat yang dilantik ini telah dinyatakan lulus verifikasi dan kualifikasi melalui prosedur resmi dari BKN.
“Jabatan itu adalah amanah, amanah dari pemerintah dan juga amanah dari yang Maha Kuasa, untuk bisa bersama-sama menjalankan roda pemerintahan kita,” katanya.
Oleh karena itu, di kesempatan itu kedelapan pejabat ini diminta untuk bekerja mendukung pemerintahan agar semakin baik.
“Jadi kalau bupati dan wakil ajak kerja berlari, kalau sudah bisa menyesuaikan maka puji Tuhan, sedangkan yang masih lambat segera bisa diajak untuk berlari,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, bupati mengatakan bagi yang belum memenuhi persyaratan dari BKN, nanti akan masuk juga dalam pelantikan selanjutnya, tentu setelah lolos verifikasi BKN.
“Saya ingin sekaligus cepat, tetapi semua harus melalui tahapan, dan perlu ada pembenahan. Saya tidak ingin tanpa persetujuan, tanpa administrasi yang jelas, sehingga kita semua mengikuti apa yang diamanatkan atau diarahkan oleh pusat,” pungkasnya. **














