Cofiring Biomassa 16%, PLTU Holtekamp Lampaui Rata-Rata Nasional

Asisten Manajer Operasi PLTU Holtekamp, Nanang Eka Saputra. (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—PLTU Holtekamp mencatat capaian cofiring biomassa sebesar 16 persen, hampir tiga kali lipat di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 5–6 persen. Capaian ini menjadi langkah konkret penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan di Papua.

Capaian tersebut disampaikan Asisten Manajer Operasi PLTU Holtekamp, Nanang Eka Saputra, dalam Casual Meeting di Jayapura, Rabu (17/12/2025).

Nanang mengutarakan, PLN Indonesia Power sebagai subholding PT PLN (Persero) berperan mengelola pembangkit listrik nasional. Di Papua, PLTU Holtekamp menjadi salah satu pembangkit utama penopang sistem kelistrikan Jayapura sekaligus bagian dari strategi penurunan emisi melalui pemanfaatan biomassa.

Untuk menjaga keandalan sistem, beban puncak listrik Jayapura berada di kisaran 95–100 MW dan berpotensi meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru. Dengan total daya mampu sekitar 130 MW, PLN memastikan pasokan listrik di Jayapura tetap aman dan andal.

Nanang menjelaskan, cofiring biomassa merupakan metode pembangkitan listrik dengan tetap menggunakan batu bara, namun sebagian bahan bakarnya digantikan biomassa dari limbah organik seperti kayu atau sekam.

“Metode ini dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu menekan emisi karbon tanpa mengganggu keandalan pasokan Listrik,” ujar Nanang. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *