Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Nokeners Mamta, Agustha Kopeuw, menegaskan pentingnya merawat nilai, filosofi, serta keberlanjutan bahan baku Noken, agar warisan budaya Papua itu tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam Talk Show Hari Noken Sedunia dan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang digelar Komunitas Noken Mamta dengan dukungan Yayasan Menoken Membumi Membumma (3M) di Resto Isasai, Waena, Jayapura, Sabtu (6/12/2025).
“Noken bukan hanya hasil karya tangan, tapi suara alam dan identitas orang Papua. Kita harus menjaga dan merawatnya dari akarnya, termasuk menanam kembali pohon-pohon bahan bakunya,” ujar Agustha.
Pengelola Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC) Sentani, Kabupaten Jayapura ini kemudian mengisahkan pengalamannya saat mengikuti program di luar negeri. Ketika berada dalam kondisi frustrasi karena diminta menghasilkan karya gambar berukuran besar, justru muncul bayangan motif-motif Sentani, seperti perahu perempuan, simbol adat, hingga ragam ornamen khas yang selama ini melekat dalam memori kulturalnya. “Semua motif itu datang begitu saja,” tuturnya.
Menurut Agustha, pengalaman tersebut menegaskan bahwa keterikatan masyarakat Papua dengan alam, budaya, dan Noken tak dapat diputus oleh jarak maupun waktu. Karena itu, ia menilai regenerasi dan pendidikan menjadi langkah mendesak untuk memastikan tradisi merajut tetap hidup.
“Selama saya hidup, saya akan tetap mengajar. Ilmu yang ada di kepala saya harus dibagikan kepada siapa pun yang mau belajar. Ini warisan yang tidak boleh putus,” tegasnya.
Talk show tersebut menghadirkan empat narasumber perempuan: Petronella Giyai, Nokeners Tuli dan perajut Noken; Yohana Tarkuo, Dirut BUMMA PT Yombe Namblong Nggua; Naomi Waisimon, Co-Founder Ki Basic; dan Levina Yaung, influencer Noken.
Keempat narasumber sepakat bahwa pelestarian Noken harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari menjaga tradisi produksi, memastikan regenerasi perajin, hingga melindungi hutan dan tanaman bahan baku agar keberlangsungan Noken tetap bertumpu pada fondasi ekologis yang kuat. **














