DPMPK Pegubin, Legislatif dan Polres Bersinergi Lindungi Generasi Emas dari Penyakit Sosial

Sosialiasi upaya menjaga generasi muda Pegubin dari penyakit sosial yang berlangsung di Distrik Kalomdol Pegunungan Bintang. (foto: Aquino N)

PAPUAINSIDE.ID, KALOMDOL-PEGUBIN—Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) menunjukkan keseriusannya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyakit sosial yang semakin mengkhawatirkan. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK), sebuah sosialisasi bertajuk “Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat Desa” digelar di Kantor Distrik Kalomdol, Rabu (22/10/2025).

Andreas Tapyor, SE.,M.Sos, Kepala Dinas DPMPK dalam sambutannya menjelaskan akar masalah penyakit sosial sangat kompleks, sosialisasi dari pemerintah saja tidak cukup, dibutuhkan dukungan semua pihak untuk mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Kami menyadari bahwa akar masalahnya kompleks, mulai dari kemiskinan, kurangnya lapangan kerja, akses pendidikan yang terbatas, hingga lemahnya pengawasan,  oleh karena itu  ami membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,’’ ujarnya.

Andreas juga berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketenteraman, ketertiban, dan perlindungan di lingkungan mereka.

Jefrin Dedenip Singpanki, ST., Anggota DPRD Pegubin menyoroti pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit sosial.

“Kita harus bersatu padu, bahu membahu, untuk melindungi generasi muda kita dari ancaman narkoba, minuman keras, perjudian, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya. Mari kita ciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tegasnya.

Jefrin juga berkomitmen untuk mengawal anggaran daerah agar dialokasikan secara optimal untuk program-program pencegahan dan penanggulangan penyakit sosial.

Kasat Narkoba Polres Pegunungan Bintang, IPDA Leonard Panjaitan, SH, mengakui bahwa luasnya wilayah dan sulitnya akses di Pegunungan Bintang menjadi kendala tersendiri dalam memberantas peredaran narkoba, namun dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mengatasi tantangan ini.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat berarti dalam upaya kami memberantas narkoba. Diimbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,’’ tandasnya.

Kepala Distrik Kalomdol, dalam kesempatan nya menekankan pentingnya pembinaan mental dan karakter bagi generasi muda. Penanaman nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan sejak dini diharapkan dapat menjadi benteng yang kuat dalam menolak pengaruh negatif.

“Kami secara rutin melakukan kegiatan pembinaan mental dan karakter bagi generasi muda, seperti pelatihan kepemimpinan, kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, dan memiliki semangat bela negara,” ujarnya.

Ketua panitia Dece Kasipmabin, menyoroti perlunya dukungan anggaran yang memadai untuk program-program pencegahan dan penanggulangan penyakit sosial yang lebih konkret, seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pembangunan fasilitas olahraga dan rekreasi.

“Sosialisasi ini penting, tetapi tanpa dukungan anggaran yang memadai, semua akan sia-sia. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap masalah ini dan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk program-program yang dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda,” ujar Dece yang juga kepala seksi, bidang kelembagaan kampung.

Upaya Pemda Pegubin dalam menanggulangi penyakit sosial ini merupakan bagian dari perwujudan visi “Sehat” yang dicanangkan oleh Bupati Spei Yan Bidana, ST.M.,Si dan Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP. Dibutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan, serta sinergi dari seluruh elemen terkait agar upaya ini tidak hanya menjadi formalitas belaka.

Sosialiasi yang berlangsung sehari ini dihadiri perwakilan dari satuan TNI-POLRI, lima kepala kampung dan seluruh masyarakat Kalomdol, yang menunjukkan antar lembaga dalam upaya menanggulangi permasalahan sosial yang kompleks.** (Aquino Ningdana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *